Dua Mahasiswa dari Mesir Pulang; Alhamdulilah Bisa Berkumpul Lagi

Mahasiswa asal Sumbar yang semapat ditahan di Mesir, dirangkul keluarganya sampai di BIM, Minggu (3/9). (*)
Mahasiswa asal Sumbar yang semapat ditahan di Mesir, dirangkul keluarganya sampai di BIM, Minggu (3/9). (*)

PADANG – Dua mahasiswa asal Sumbar, yang ditahan kepolisian Mesir akhirnya sampai di kampung halaman, Minggu, (3/9). Muhammad Hadi dan Nurul Islam Elfis, telah mendarat di BIM, sekitar pukul 13.10 Wib.

Kepulangan dua mahasiswa asal Sumbar yang langsung disambut Gubernur Sumbar, Irwan Prayitno dan juga para keluarga di pintu kepulangan Bandara. Tampak dengan suasana haru dan isak tangis. Hadi dan Nurul tak lepas dari pelukan keluarga yang telah lama menahan akan rindu kedua putra mereka sempat ditahan Otoritas Keamanan setempat sejak 1 Agustus lalu dikarenakan masuk wilayah terlarang.

“Kita ditangkap oleh Otoritas Keamanan setempat saat itu tengah berbelanja ditoko. Kita diambil aja dijalan. Katanya mau periksa visa. Tidak tahunya malah ditahan,” kata Muhammad Hadi dan Nurul Islam Elfis.

Ibu Nurul, Muharnes merasakan senang dengan kepulangan ketiga dari lima bersaudara ini. Karena, setiap hari mesti memikirkan anaknya yang masih ditahan disana.

“Setiap hari berdoa agar anak saya bebas. Karena mereka disana hanya menuntut ilmu dan tidak pernah melakukan hal yang tidak baik. Tetapi kenapa ditahan,” ulasnya sambil menahan isak tangis bahagia.

Ayah Nurul, ElFis menyebutkan, sejak anak ditahan kepalanya sering sakit karena memikirkan anaknya ini yang ditahan tanpa sebab. “Namun, hari ini perasaan saya lega dan gembira sudah dapat berkumpul dengan anak. Karena, Nurul merupakan satu-satu anak yang melakukan studi ke Mesir. Saya berterimakasih kepada pemerintah atas peran penting membebaskan anak saya ini,” ungkapnya.

Di tempat sama, Ibu Hadi, Muktalindah merasakan kebahagiaan karena kepulangan sibuah hati ini. Ia berharap anaknya dapat kembali melanjutkan studi di Mesir.

Ia bercerita sejak anaknya kedua ini ditahan sudah kehilangan kontak selama lima hari, dan perasaan sudah tidak enak. “Nama saja orang tua tentu perasaan tidak enak. anak ada apa-apa disana. Saya coba telpon tidak masuk, hubungi temannya via pesan singkat hanya dibaca. Tidak dibalas. Maka saya bilang sama adiknya ini ada apa-apa pasti sama abang kamu. Ternyata benar kami dapat informasi mereka ditahan tanpa alasan,” terangnya.

Sambungnya, karena tahu karaketer anaknya bagiamana. Tidak mungkin dia berbuat macam-macam di sana. Maka coba kontak pemerintah dan ada respon. “Untuk itu saya berterimakasih kepada pemerintah yang telah membantu saya dan keluarga kembali dipertemukan dengan sang buah hati,” pungkasnya.

Gubernur Irwan Prayitno mengatakan, dua mahasiswa asal Sumbar yang sempat ditahan pihak Otoritas Keamanan di Mesir telah pulang ke Sumbar. Ini semua berkat peran besar Kementerian Luar Negeri Indonesia dan Kedutaan Besar Indonesia di Mesir.

Dikatakan Gubernur, sejak ditahannya kedua mahasiswa asal Sumbar ini,  Pemprov Sumbar telah intens berkomunikasi dengan Dubes RI dan Kemenlu untuk memproses pembebasan Nurul dan Hadi ini.

“Kita hanya dapat melakukan komunikasi untuk pembebasan ini. Yang berperan tetap Dubes dan Kemenlu. Jika sudah selesai prosesnya disana. Baru kami Pemprov yang akan menfasilitasi kepulangannya ke tanah air,” tuturnya.

Ia menambahkan, saat ini mahasiswa yang melakukan studi di Mesir asal Sumbar ada sekitar 300-an. Tetapi jika digabung dengan se-Indonesia ada ribuan. Sehingga, adanya kasus ini meminta mahasiswa yang melakukan studi disana untuk belajar dengan serius.

Saat ini, Pemprov tengah berkomunikasi dengan pihak Dubes untuk mengurus transkrip nilai mereka. Sebab, kedua mahasiswa ini ingin kembali melanjutkan studi ke Mesir. “Jadi untuk itu kami bantu untuk menfasilitasi pengurusan nilainya,” katanya.

Selain itu, pihak Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) telah melakukan wawancara kepada dua orang ini. Dari hasilnya mereka berdua tidak bersalah dan pihak BNPT juga akan menyurati Kemenlu supaya mereka dapat balik lagi melanjutkan studinya ke Mesir. Jadi tidak ada mereka diblacklist.