Dua Rumah Terbakar di Canduang, 3 KK Tinggal Baju di Badan

Empat mobil pemadam kebakaran dari BPBD Agam dan Bukittinggi dikerahkan ke lokasi(maswir chaniago)
Empat mobil pemadam kebakaran dari BPBD Agam dan Bukittinggi dikerahkan ke lokasi (maswir chaniago)

AGAM – Amukan api menghanguskan dua rumah di Gurun, Jorong Gobah, Nagari Bukik Batabuah, Kecamatan Canduang, Agam, Senin (14/11).

Petugas Tenaga Kesejahteraan Sosial Kecamatan (TKSK) Kecamatan Canduang, Zulhendri Malin Sutan mengungkapkan, rumah yang terbakar ditempati tiga keluarga yakni keluarga Mansur (65) yang memiliki tanggungan 2 orang, Firman (32) dengan tanggungan 5 orang serta Sardi St. Batuah yang mempunyai tanggungan 3 orang.

“Rumah kayu yang hangus berukuran 12 x 8 meter. Sedangkan rumah permanen berukuran 8 x 7 meter hanya tinggal bagian dinding. Tidak satupun isi kedua rumah tersebut dapat diselamatkan. Saat kebakaran terjadi penghuni kedua rumah tersebut sedang keluar. Ada yang masih di kebun dan ada yang pergi berbelanja,” ungkapnya.

Akibat kebakaran tersebut korban mengalami kerugian sekitar Rp100 juta. Karena lokasi rumah berjarak sekitar 300 meter dari jalan raya dan medannya juga mendaki, sehingga mobil pemadam kebakaran (Damkar) tidak bisa langsung ke tempat kejadian peristiwa (TKP). Hanya bisa dengan menyambung slang air dari Damkar untuk sampai ke TKP.

Sebanyak empat unit mobil pemadam 3 dari BPBD Agam dan 1 dari BPBD Bukittinggi dikerahkan untuk menjinakkan sijago merah, yang juga dibatu masyarakat sekitar.

Dijelaskan, untuk sementara keluarga korban diselamatkan di rumah tetangga sambil menunggu kesepakatan dengan tokoh masyarakat, wali jorong dan ninik mamak setempat.

Apalagi isi rumah ikut hangus terbakar dan keluarga korban hanya memiliki pakaian yang melekat di badan saja.

“Kami selaku petugas TKSK yang merupakan perpanjangan tangan dari Dinas Sosial Tenaga Krja dan Transmigrasi Agam yang juga putra asli dari kecamatan Canduang, mengimbau kepada masyarakat, dunsanak perantau atau donatur lainnya untuk memberikan bantuan berupa pakaian, makanan dan lainnya untuk membantu meringankan keluarga korban,” tutur Zulhendri. (maswir)