Duel Maut di Mungka, 1 Tewas

Ilustrasi (net)
Ilustrasi (net)

SARILAMAK –  Sebuah tragedi memilukan terjadi di  Simpang Tiga Kenanga, Nagari Sungai Antuan, Mungka, Limapuluh Kota, Sabtu (21/10) malam.

Dua pria dilaporkan terlibat perkelahian. Duel tersebut berujung maut. Seorang tewas, satu lagi dirawat kritis. “Penyebabnta masih diselidiki,” kata Kapolres 50 Kota AKBP Haris Hadis, tadi malam.

Kapolres menyebut, kedua pria yang terlibat duel itu masing-masing Rio Hendro (36) dan Muhammad Fikri, yang keduanya merupakan warga Simpang Tiga Kenanga, Padang Laweh, Mungka.

Dalam peristiwa ini, korban Rio meninggal dunia setelah tubuhnya terkena luka bacokan. Sedangkan Muhammad Fikri, mengalami perawatan intensif dan menjalani masa kritis.

Ada versi menyebut di lapangan, cekcok ini diduga akibat adanya perebutan lahan penjualan rokok tidak bermerek yang belakangan diduga marak di Mungka.

Kabar ini, dibantah Kapolres Haris Hadis. “Sepertinya selisih paham saja, kita masih melakukan penelusuran. Tim masih menyelidiki, apa betul yang menjadi motif perkelahian ini,” tukuk Kapolres Haris.

Peristiwa berdarah itu, terjadi sekira pukul 21.30 WIB. Kedua pria ini, diduga sempat ribut di lapangan bola pimpong. Kemudian, perseteruan mulut berlangsung hingga ke depan rumah toko (Ruko) orang lain, persisnya di Kadijah Mart.

Mendengar ribut mulut tersebut, walinagari setempat yang berdomisili tidak jauh dari kejadian, melihat keluar dan didapati ada sepeda motor yang tergeletak sebanyak dua unit.

“Lalu walinagari mendekati sepeda motor tsb dan dilihat ada ceceran darah kemudian walinagari bersama warga kemudian mencari ceceran darah tersebut dan kemudian ditemukan oleh Imen dan kawan-kawan, dalam semak sudah terkapar,” tutur Haris Hadis.

Sementara ini, polisi menduga, Rio Hendro mengalami luka tusukan Muhammad Fikri. Setelah mendatangi lokasi kejadian, pagi harinya, jasad Rio diautopsi di RS Bhayangkara, Padang.

“Kita sudah amankan sebilah pisau dari kediaman Muhammad Fikri. Untuk pengembangan lebih jauh, masih terus ditelusuri,” tukuk Haris Hadis. (bayu)