Dulu Minyak CPO, Kini Tumpahan Solar Cemari Perairan Teluk Bayur

Terlihat awak media tengah mengambil gambar adanya tumpahan yang diduga solar di dermaga enam Teluk Bayur, Kamis (12/10). (deri oktazulmi)
Terlihat awak media tengah mengambil gambar adanya tumpahan yang diduga solar di dermaga enam Teluk Bayur, Kamis (12/10). (deri oktazulmi)

PADANG – Perairan Teluk Bayur kembali tercemar. Diduga tumpahan solar yang tersebar di sana, mengancam merusak lingkungan ataupun ekosistem, Kamis (12/10) pagi.

Sampai saat ini, belum diketahui apa penyebab tumpahan solar di perairan Teluk Bayur, persisnya di dermaga enam. Sebelumnya, di sana juga pernah terjadi tumpahan produk CPO PFAD.

Pantauan di lapangan, terlihat di tepi dermaga air laut telah berubah menjadi hitam karena bercampur yang diduga solar tersebut. Saat awak media mengambil gambar di sana, masih belum ada petugas melakukan penanganan terhadap tumpahan solar.

Kepala Kantor Syahbandar dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Teluk Bayur, Kolonel Laut, Yus K. Usmany mengatakan, pihaknya belum bisa memastikan tumpahan tersebut bersumber dari darat ataupun laut. Saat ini pihaknya masih melakukan penanganan terhadap tumpahan solar.

“Kita mendapat kabar, tumpahan itu baru diketahui Kamis sekitar pukul 03.15 WIB. Namun, kita belum bisa memastikan apakah solar tersebut bersumber dari perusahaan ataupun dari kapal,” kata Usmany.

Usmany mengatakan, diduga cairan hitam tersebut, air got yang dibuang seseorang, yang sampai saat ini belum bisa diketahui pelakunya. Untuk itu, pihaknya akan melakukan investigasi terkait kejadian ini.

Selain akan melakukan investigasi, pihaknya belum bisa memastikan berapa jumlah dugaan solar yang tumpah ke perairan tersebut.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Padang, Al Amin menambahkan tumpahan oli bercampur solar dipastikan berasal dari salah satu kapal yang bersandar. Pihaknya akan membuat berita acara dan menyurati Pelindo karena hal itu tanggung jawab Pelindo. (deri)