Elpiji 3 Kg ‘Menghilang’ di Padang 

Ilustrasi (net)
Ilustrasi (net)

PADANG – Warga Padang kiat menjerit dengan semakin sulitnya mendapatkan elpiji 3 Kg. Bila sebelumnya harga melambung pada tingkat pengencer, kini gas tersebut kosong .

Salah seorang warga Padang, Eli kepada Singgalang, Jumat (20/10) mengatakan, pemerintah tak punya upaya nyata untuk mengatas sulitnya elpiji 3 kg. Kalau pun ada, pada tingkat pengecer seenaknya saja meletakan harga.

Salah seorang karyawan swalayan, Devi mengatakan, sudah 4 hari gas di swakayannya habis dan belum ada kepastian kapan datang lagi . Menurutnya, tak biasa kejadian seperti ini dengan cukup lamanya gas langka.

“Bila sebelumnya, bila stok gas akan habis maka pihak agen langsung datang mengantinya dengan yang baru. Namun, kini sudah dihubungi jawabannya masih tunggu-tunggu saja,’ujarnya.

Kepala Dinas Perdagangan Padang, Endrizal mengatakan, Pemko Padang dengan Pemprov Sumbar telah berkoordinasi dan menyampaikannya ke pemerintah pusat terhadap persoalan langka ini.

Direncanakan dalam membeli gas ini akan diterapkan dengan sistem kartu. Dengan demikian, penjualan gas LPG tersebut bisa lebih tepat sasaran.

Endrizal menjelaskan, berdasarkan evaluasi di lapangan elpiji 3 Kg tersebut banyak digunakan pihak yang tak tepat mengunakan seperti usaha besar. Seharusnya, digunakan oleh masyarakat kecil dan UMKM. Namun, pembatasan tersebut sulit dilakukan tanpa adanya kartu.

“Distribusi gas dari agen ke pangkalan tak masalah. Namun dari pengecer ke konsumen yang timbul masalah,” jelas Endrizal. (syawal)