Enam Bisnis Kreatif paling Potensial di Indonesia

Ilustrasi (net)
Ilustrasi (net)

BALI – Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf) tengah fokus untuk mengembangkan ekonomi kreatif di Indonesia. Dari sekian banyak jenis bisnis ekonomi kreatif, Bekraf fokus kembangkan enam sektor.

Wakil Kepala Bekraf Ricky Joseph Pesik mengatakan, sektor prioritas ekonomi kreatif yang menjadi fokus Bekraf terbagi menjadi dua kelompok. Di mana kelompok pertama terdiri dari tiga sektor bisnis ekonomi kreatif yang telah berkembang pesat.

“Kelompok prioritas yang kontribusinya besar ada tiga sektor yang kami lihat dari sisi PDB dan ekspornya. Di antaranya kuliner, kriya sama fashion. Tiga sektor itu hampir 70 persen dari sumbangan ekonomi kreatif terhadap PDB,” tuturnya di Sanur, Bali, Sabtu (5/11)

Sementara kelompok kedua, kata Ricky, merupkan sektor ekonomi kreatif yang masih belum berkembang namun memiliki dampak yang luas, seperti sektor perfilman yang juga ampuh untuk mempromosikan pariwisata Indonesia.

“Kita lihat film Laskar Pelangi yang dampaknya terhadap Belitung. Belum lagi yang berdampak ke dunias seperti Eat Pray Love yang berdampak terhadap Ubud,” terangnya.

Kemudian sektor musik yang juga mampu membawa harum nama Indonesia dengan karya-karya dari pemusik Indonesia. Akan tetapi sayangnya pembajakan telah menghantam industri ini.

“Musik ini sektor yang mengalami lost pembajakan mungkin bisa miliaran, Sementara ada cara sebenanya untuk menutupi itu,” imbuhnya.

Sementara yang ketiga, Bekraf akan fokus kembangkan ranah bisnis aplikasi. Dimana seiring pesat perkembangan teknologi perusahaan aplikasi semakin mencuat. (aci)

agregasi okezone1