Fakultas Kedokteran Unand Kembali Raih Akreditasi A

Panitia program akreditasi FK Unand (defil)
Panitia program akreditasi FK Unand (defil)

PADANG – Fakultas Kedokteran Universitas Andalas (Unand) kembali meraih akreditasi A. Sebelumnya akreditasi A juga telah diraih pada 2011 dan 2004. Hal ini diharapkan dapat meningkatkan minat dan kepercayaan putra daerah maupun pelajar luar negeri untuk kuliah kampus tersebut.

Dekan Fakultas Kedokteran Universitas Andalas (FK Unand), Masrul menegaskan komitmen institusi tersebut dalam mempertahankan standar kualitas pendidikan tinggi yang dijalankan saat ini, setelah dinilai oleh Lembaga Akreditasi Mandiri Pendidikan Tinggi Kesehatan (LAM-PTKes) Indonesia.

“Akreditasi A kembali didapatkan, setelah sebelumnya juga diraih pada 2004 dan 2011. Ini sudah kali kedua FK Unand mempertahankannya. Tapi, yang paling berat justru mempertahankan ini. Jadi, konsentrasi kami adalah menjaga ritme pendidikan tinggi yang berlangsung saat ini di FK Unand. Artinya ini soal keberlanjutan,” kata Masrul dalam konferensi pers di Ruang Sidang FK Unand, Kamis (10/11).

Masrul menjelaskan, dari 83 fakultas kedokteran yang ada di Indonesia, hanya 17 fakultas saja yang terakreditasi A oleh LAM-PTKes, dan salah satunya adalah FK Unand yang menerima hasil itu pada Selasa 8 November 2016.

Prestasi ini menurutnya bukan semata soal kebanggaan. Namun, lebih pada sebuah tantangan untuk mempertahankan prestasi itu sendiri.

“Unand tengah berproses untuk menjadi Perguruan Tinggi Negeri Berbadan Hukum (PTNBH). Untuk meraihnya, 80 persen fakultas harus terakreditasi A. Unand mematok FK sebagai salah satu fakultas yang mesti mempertahankan akreditasi tersebut, sehingga, harapan itu menjadi tantangan tersendiri bagi FK,” lanjutnya.

Ketua Panitia Persiapan Akreditasi FK Unand 2016-2021, Detty Iryani, dalam konferensi pers yang dihadiri seluruh anggota panitia tersebut menerangkan, dalam masa persiapan penilaian, panitia telah bekerja keras untuk memenuhi segala persyaratan untuk meraih nilai tinggi, dalam penilaian yang dilakukan oleh tim asesor yang berasal dari Universitas Indonesia (UI), Universitas Gadjah Mada (UGM) dan Universitas Diponegoro (Undip) tersebut.

“Panitia diserahi 3 borang berisi tujuh poin standar yang harus dipenuhi, antara lain borang pelaksanaan pendidikan, kualitas dan pelayanan akademik, serta sarana-prasarana. Setelah dokumen kami lengkapi, dilakukan asesmen lapangan oleh asesor. Hasil asesmen dikirim ke LAM-PTKes yang kemudian melakukan sidang majelis. Hasilnya, akreditasi A untuk FK Unand. Selain itu, program pendidikan sarjana dan program pendidikan profesi juga juga diberi nilai A,” katanya. (defil)