Gaji Donald Trump Setelah Diangkat Sebagai Presiden AS

Donald Trump (state.com)
Donald Trump (state.com)

SETELAH melalui masa kampanye yang penuh kontroversi, mayoritas rakyat Amerika pada pemilu 8 November 2016 telah menjatuhkan pilihan bahwa Donald Trump akan diangkat sebagai Presiden Amerika Serikat ke-45.

Pria yang selama ini dikenal sebagai pengusaha properti ini mengalahkan kandidat dari Partai Demokrat, Hillary Clinton, dengan hasil perolehan suara yang cukup kompetitif.

Terlepas dari skandal dan permasalahan yang meliputi pesta demokrasi AS kali ini, pemilihan Presiden Amerika Serikat dari dulu memang selalu menjadi sorotan media di seluruh dunia.

Terlebih lagi, gerak-gerik setiap pemimpin negara adidaya ini terus menjadi perhatian karena keputusan sekecil apa pun sudah pasti akan memiliki pengaruh besar di skala global.

Mereka yang terpilih untuk menduduki salah satu kursi kepemimpinan tertinggi di dunia dipastikan akan mengemban tanggung jawab luar biasa dan sesekali mengambil keputusan yang sulit.

Bagaimana Amerika Serikat mengompensasi tanggungan mental dan fisik kepala negaranya? Peraturan mengenai kompensasi moneter Presiden Amerika selama ini dijabarkan dalam the United States Code yang berisi kompilasi hukum dan peraturan federal Amerika.

Di dalamnya, tertulis bahwa Presiden Amerika berhak mendapat penghargaan hasil kerja sebesar USD400.000 setiap tahun, atau sekitar Rp5,2 miliar dibayar setiap bulan. Selain itu, ia juga memperoleh bebas pajak pengeluaran hingga USD50.000 atau sekira Rp657 juta.

Menurut ibtimes.com, Trump akan menjadi presiden terkaya dalam sejarah Amerika Serikat dengan penghasilan bersih yang mencapat USD3,7 miliar (Rp48 triliun) dari aset-aset dan bisnis properti. Angka ini hanya prediksi dari Forbes, karena sejauh ini, Trump menolak membeberkan detail penghasilan dan catatan pajaknya kepada publik. (aci)

agregasi okezone1