Gas Langka di Padang Karena Dipakai Konsumen yang tak Berhak

Ilustrasi (net)
Ilustrasi (net)

PADANG – Pasokan gas di Kota Padang sesuai kebutuhan sebanyak 23 ribu tabung. Namun, pada kenyataannya jumlah tersebut tak memenuhi kebutuhan warga Kota Padang.

Terjadinya kelangkaan karena sebagian gas 3 Kg tersebut disalahkan gunakan oleh konsumen yang tak berhak. Inilah yang akan diperketat pengawasannya oleh Pemko Padang melalui Dinas Perdagangan Kota Padang.

Hal itu ditegaskan oleh Kepala Dinas Perdagangan Kota Padang Endrizal menjawab Singgalang di Padang, Selasa (12/9). Disebutkannya, memang gas 3 Kg langka di Kota Padang, namun hanya sebagian kawasan.

Disebutkannya, Harga Eceran Tertinggi (HET) gas 3 Kg tersebut
Rp17 ribu pada tingkat agen dan tingkat pengecer disesuaikan dengan jarak. Dia mengakui, ada pengecer yang menjual diatas Rp20 ribu/tabung. Harga tersebut tak wajar dan merugikan konsumen.

“Bila harga maksimal gas 3 kg Rp20 ribu, masih dimaklumi. Namun, bila harganya melebihi dari itu maka tak wajar. Kami masih menyelidiki apakah ada agen yang bermain dalam hal ini,”ujarnya.

Lebih jauh disebutkan, saat ini petugas dari Dinas Perdagangan terus melakukan evaluasi di lapangan. Memang, sudah ada ditemukan beberapa tempat seperti rumah makan yang tak seharusnya mengunakan gas 3 Kg mengunakan gas tersebut.

Lalu, masih banyak lagi tempat-tempat usaha lain. Itulah penyebab langkanya gas tersebut. Saat ini terdapat sebanyak 23 agen gas 3 Kg dengan 683 pangkalan.

Menurut Hendrizal, setelah dikumpulkan para agen tersebut, informasi sementara belum ada yang melakukan penimbunan atau ‘bermain’ sehingga terjadi kelangkaan tersebut.

Salah seorang warga kota, Yeni meminta pemerintah melakukan pengawasan lebih intensif lagi terhadap distribusi gas 3 kg tersebut. Lalu, diminta juga Pertamina untuk menambah kuota untuk gas 3 Kg tersebut. (syawal)