Gempa 6,6 SR, BPBD Tengah Melakukan Pemantauan di Lapangan

sutopoPADANG – Dari analisis sementara berdasarkan peta intensitas guncangan dirasakan dan laporan dari BPBD diperkirakan gempa 6,6 SR yang terjadi Minggu (13/8) pukul 10.08 WIB tidak menyebabkan dampak yang merusak massif.

Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB Sutopo Purwo Nugroho melalui relisnya menyebutkan, BPBD saat ini masih melakukan pemantauan di daerah masing-masing. Laporan dampak gempa akan disampaikan kepada BNPB secepatnya. Pusdalops BNPB masih terus melakukan komunikasi dan koordinasi dengan BPBD.

Pusat Pengendali Operasi (Pusdalops) BNPB segera melakukan analisis dan konfirmasi dampak gempa melalui komunikasi langsung dengan BPBD.

Di pesisir Kota Padang, gempa dirasakan cukup kuat. Gempa dirasakan mengayun. Masyarakat panik dan berhamburan keluar rumah. BPBD masih melakukan pemantauan di lapangan. Gempa juga dirasakan hingga Muaralabuh dan Kerinci (perbatasan antara Sumatera Barat dan Jambi).

Di Tua Pejat, Kepulauan Mentawai, gempa dirasakan cukup kuat. Masyarakat ke luar rumah dan berkumpul di tempat yang aman. Kondisi permukaan laut tetap normal. BPBD menyampaikan kepada masyarakat tidak ada potensi tsunami.

Berdasarkan analisis peta gempa dirasakan, intensitas gempa dirasakan ringan hingga sedang. Sedangkan intensitas gempa dirasakan di Sumatera Barat dirasakan lemah yaitu Padang II-III MMI, Padang Panjang I-II MMI, Bukittinggi I-II MMI, Pariaman II-III MMI, Tua Pejat Mentawai II-III MMI, Pesisir Selatan II-III MMI, Payakumbuh I-II MMI, dan Solok I-II MMI.

Masyarakat diimbau untuk tetap tenang. Tidak terpancing pada isu-isu yang menyesatkan. Sistem informasi kegempaan dan tsunami di BMKG dan BNPB dapat mendeteksi kejadian gempa 5 menit setelah gempa dan memberikan analisis dampak gempa. (aci)