Gempa 7,9 SR yang Picu Tsunami di New Zealand Tak Berpengaruh ke Wilayah Indonesia

Ilustrasi (okezone)
Ilustrasi (okezone)

JAKARTA – Kepala Pusat Gempabumi dan Tsunami BMKG, Mochammad Riyadi mengimbau warga pesisir pantai di wilayah Indonesia untuk tetap tenang, dan tidak terpancing isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan terkait gempa 7,9 SR di New Zealand yang memicu terjadinya tsunami di wilayah tersebut.

“Berdasarkan analisis BMKG, tsunami yang terjadi tidak akan berdampak di wilayah Indonesia. Untuk itu kepada warga pesisir pantai di wilayah Indonesia diimbau untuk tetap tenang dan tidak terpancing isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan,” tuturnya dalam keterangan tertulis, Minggu (13/11) malam.

Dijelaskan, Pacific Tsunami Warning Center (PTWC) yang berpusat di Hawaii melaporkan bahwa gempa telah memicu terjadi tsunami lokal di sekitar pusat gempa, seperti di Kaikoura (1,47 m), Wellington (0,43 m) dan Castlepoint (0,12 m).

Gempa dahsyah mengguncang New Zealand terjadi pukul 18.02 WIB dengan kekuatan 7,9 SR. Namun, United States Geological Survey (USGS) merilis kekuatan gempa 7,8 SR dengan episenter terletak pada 42,76 LS dan 173,08 BT, tepatnya di darat pada jarak 91 km arah timur laut Kota Christchurch dengan kedalaman 23 km.

Hasil analisis peta tingkat guncangan menunjukkan, bencana itu berdampak pada beberapa kota seperti Cheviot, Domett, Rotherham, Waiau, Culverden, Hawarden, Waipara, Waikari, Amberley, Sefton, Loburn, Ashley, dan Christchurch.

Dengan guncangan hebat itu diperkirakan dampak gempabumi dapat menimbulkan kerusakan tingkat sedang hingga berat. Laporan sementara saat ini di zona gempabumi dilaporkan banyak terjadi kerusakan. Hasil monitoring, hingga pukul 20.00 WIB sudah terjadi 7 kali goncangan susulan dengan kekuatan 5,0-6,0 SR

Gempa Canterbury, New Zealand merupakan jenis gempa dangkal dengan mekanisme sumber berupa sesar naik (fault) yang diduga kuat dipicu oleh aktivitas subduksi lempeng pada jalur Hikurangi Trough, yaitu zona paling selatan dari sistem subduksi Kermadec-Tonga.

Di zona ini subduksi Lempeng Pasifik dengan laju 37 mm/tahun menunjam ke arah barat di bawah Lempeng Australia. (kj)