Toko Taki
Menu Click to open Menus
Toko Taki
Home » Utama » Gempa Mentawai Masuki Masa Akhir

Gempa Mentawai Masuki Masa Akhir

(119 Views) October 20, 2012 9:06 am | Published by | No comment

PADANG – Potensi gempa besar yang ada di bawah Pulau Siberut, Kabupaten Kepulauan Mentawai, Sumatra Barat diperkirakan sudah memasuki masa akhir.

PREDIKSI GEMPA MENTAWAI

Artinya, setiap saat bisa ‘meletus’ atau melepaskan energinya. Jika itu terjadi, maka tsunami yang mengiringi gempa besar tersebut tak bisa dielakkan.
“Kondisinya sudah kritis,” kata John Mc Closkey, peneliti dari University Ulster, Irlandia, Jumat (19/10). Mc Closkey adalah satu dari sekian banyak peneliti gempa yang berkosentrasi pada kajian potensi gempa besar Mentawai.
Hal itu dipaparkan John dalam diskusi terbuka ilmuwan dan praktisi penanggulangan bencana di Padang. Kegiatan diskusi digelar Komunitas Siaga Tsunami (Kogami).
Hadir pada kesempatan itu, Ketua Ikatan Ahli Geologi Indonesia (IAGI) Sumatra Barat, Badrul Mustafa, Ketua Jaringan Jurnalis Siaga Bencana (JJSB), John Nedy Kambang, dari Forum Pengurangan Resiko Bencana (Forum PRB) Sumbar, Pusat Studi Bencana (PSB) Unand dan UNP serta dari BPBD Kota Padang. Selain John Mc Closkey, tampil sebagai pemakalah Emma dari King’s Collage London.
Menurut Mc Closkey, di bawah Pulau Siberut terdapat energi besar yang terkunci. Potensinya berada di atas 8,5 SR. “Ada juga yang berpendapat potensinya hing ga 9 SR,” katanya.
Potensi gempa besar yang ada di bawah Pulau Siberut itu belum pernah melepaskan energi sama sekali, sehingga cenderung sangat membahayakan.
Saat ini, pergerakan lempeng terus terjadi antara 5-7 sentimeter per tahun. Karena belum pernah melepaskan energi sama sekali, sementara lempengnya terus bergerak, sehingga saat ini kondisinya sudah semakin kritis.
Jika energi itu benar-benar lepas dengan kekuatan di atas 8,5 Skala Richtrer, tsunami bisa menghantam Padang hingga 5 meter. “Kita hanya punya waktu 30 menit untuk melakukan evakuasi,” terangnya.
Mentawai terangkat
Di tengah ancaman serius tersebut, masyarakat diharapkan benar-benar merencanakan pengurangan resiko bencana sejak dini. “Peme- rintah harus serius. Jangan sampai banyak warga yang menjadi korban,” sambung John.
Ia menilai, penyebaran dan penyamarataan informasi kepada masyarakat adalah hal yang paling penting. Misalnya, bagaimana langkah dan lokasi evakua- si, berapa golden time yang dimiliki masyarakat atau upaya-upaya lain untuk pengurangan resiko benca-na.
Pada kesempatan itu, John juga memaparkan bagaimana kondisi Mentawai jika gempa berujung tsunami terjadi. “Pulau Siberut bisa terangkat, bukan tenggelam,” katanya. (402)

Categorised in:

No comment for Gempa Mentawai Masuki Masa Akhir

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>