Genjot Pertumbuhan Ekonomi, Bus AKDP dan AKAP Masuk Pusat Kota Lagi

Ilustrasi (net)

PADANG – Guna lebih mengenjot perekonomian Padang, keberadaan terminal Angkutan Kota Dalam Provinsi (AKDP) tengah disiapkan Pemko Padang.

Lokasinya bekas kantor Dinas Kesehatan Kota (DKK) Padang dan ditambah dengan lahan swasta di sampingnya dengan luas sekitar 1 hektar.

Hal itu dikatakan Wakil Walikota Padang, H.Emzalmi kepada Singgalang di Padang, Kamis (18/1). Disebutkannya, keberadaan suatu terminal bus dalam kota dibutuhkan. Sebab, beranjak dari akses itulah ekonomi dari sektor perdagangan bisa lebih hidup.

Disebutkan, sejak Terminal Lintas Andalas tak ada lagi atau dialihfungsikan pembangunan Plaza Andalas membuat aktivitas perdagangan di Pasar Raya khususnya mengalami penurunan signifikan.

Lalu, tumbuh dan muncul terminal bayangan pada banyak titik di Kota Padang sebagai dampak hilangnya terminal tersebut. Seperti terminal bayangan di Simpang Lubuk Begalung, Gaung, Air Tawar dan Ulak Karang.

Akibat fatalnya, orang akan berfikir sepuluh keliling untuk datang melakukan aktivitas perdagangan ke Padang lantaran akses masuk yang sulit masuk kota hingga tingginya cost. Kenapa tidak, akan terjadi beberapa kali naik angkutan dan belum lagi upah bongkar muat.

Kondisi ini membuat lokasi pusat perdagangan Sumbar di Kota Padang berpindah ke Bukittinggi.

“Sekarang bagaimana kejayaan Kota Padang tersebut harus dikembalikan dan ditingkatkan ke depannya. Apalagi, Padang saat ini sudah semakin baik dengan banyaknya pembenahan berbagai bidang,”ujar Emzalmi.

Oleh sebab itu, Kota Padang dibutuhkan seorang pemimpin manager untuk mengatur kota ini supaya bisa lebih baik ke depannya.

Ditambahkan, untuk terminal bus AKAP tetap di Anak Air. Namun, bus AKAP juga masuk kota tetapi hanya sebatas menaikan dan menurunkan penumpang. Sedangkan untuk berhenti atau ngetemnya tetap di Terminal Anak Air. (syawal)