Berita Singgalang | Cerbung

GIRING GIRING PERAK : Perang Pariaman 44

Tanggal 06 July 2012

Apalagi setelah peristiwa ini. Penjagaan sudah pasti mereka lipatgandakan. Nah, anak-anak, kedatangan kita ke sana, sudah pasti merupakan bunuh diri. Kecuali kalau kita bisa mengatur siasat dan berfikir agak tenang, dan memukul mereka pada saat yang tepat…..”
Murid-murid Sunua itu masih terdiam semua. Tak ada yang bisa mereka pikirkan, kecuali menerima kebenaran ucapan Syekh Malik Muhammad itu.
“Kami datang kemari karena ingin membicarakan hal itu dengan kalian semua. Bagaimana kalau kita masuk ke dalam. Apakah anak-anak tak keberatan untuk surut setapak?”
“Saya, angku….” jawab mereka serentak dan perlahan berbalik menuntun kuda mereka, masuk kembali ke dalam komplek perguruan.
Mereka menyilahkan ketiga Syekh itu untuk berjalan di depan. Dan mereka menurut di belakang. Di Balai Tengah, yaitu di sebuah rumah besar yang terletak di tengah ruangan dimana biasanya pimpinan perguruan mengadakan rapat dengan murid-muridnya bila membicarakan hal yang penting, beberapa murid Sunua kelihatan tengah menunggui mayat Sidi Marhaban.
Ketiga Syekh itu tertegak di bawah balai tengah itu. Mayat Sidi tersebut terbujur dan ditutupi dengan sehelai kain hijau bersulam tulisan arab “Innalillah wa innailaihi rojiun.” Mereka menatap diam ke atas balai. Ke mayat yang terbujur itu.
“Bukakan kain penutupnya, nak” ujar Syekh Ulakan perlahan.
Salah seorang dari murid-murid yang menunggui jenazah itu menyingkap kain tutup mayat tersebut.
“Masya Allah!!”
Ketiga Syekh itu mengucap tatkala melihat penderitaan mayat tersebut. Mereka sebenarnya telah mendapat kabar tentang kematian Sidi Marhaban. Mereka telah dilapori oleh seorang pedagang Aceh yang saat itu jadi tamu di loji, dan yang sebenarnya orang Aceh itu adalah juga orang yang menuntut ilmu perguruan Ulakan.
Mereka sudah..

Leave a Reply

 
Advertise Here
Advertise Here

Pojok

  • + Gubernur Riau bacaruik pungkang
    - Raso tagak di balai kami pak gubernur
    + Band Bimz ingin langit biru di Riau
    - Ijau buliah langik tu, gubernur se pacaruik