Toko Taki
Menu Click to open Menus
Home » Tajuk » Hadapi Lebaran, Jangan Paksakan Diri

Hadapi Lebaran, Jangan Paksakan Diri

(34 Views) August 15, 2012 6:03 am | Published by | No comment

Lebaran hampir tiba. Setelah sebulan berpuasa, tiba saatnya umat merayakan kemenangan. Lebaran tak saja dimaknai sebagai sesuatu yang suci, tapi juga diiringi keinginan untuk berpenampilan menarik.
Tidak mengherankan jika menjelang Lebaran, mall di Padang dikunjungi sampai 50 ribu orang setiap hari. Mereka menenteng tas belanja dan shooping sampai tengah malam. Semarak Ramadhan diiringi dengan fenomena semarak berbelanja.
Sebagaimana diwartakan Singgalang kemarin, pengamat sosial, Syofwan Karim menilai, fenomena berbelanja menjelang Lebaran melahirkan budaya konsumerisme. Hal ini terjadi karena terciptanya pola pikir masyarakat harus hidup serba mewah saat Lebaran.
Masyarakat perlu mempertimbangkan berbagai aspek dalam urusan berbelanja. “Berbelanja boleh-boleh saja, asal jangan berlebihan,” ujarnya.
Namun, ada hal lain yang patut jadi pertimbangan. Masyarakat jangan memaksakan diri dalam menghadapi lebaran. Ini penting untuk diingatkan. Sebab, selama ini ada kesan, demi peristiwa sesaat, warga melakukan apa saja guna memenuhi kebutuhan penampilan. Tak ada uang, berutang juga dilakukan. Demi lebaran, lupa dengan kehidupan selanjutnya yang sangat panjang. Warga lupa dengan berbagai kebutuhan lain yang juga harus ditanggung selesai lebaran.
Lebaran memang momentum istimewa. Namun, kita jangan sampai mengorbankan segalanya di hari yang fitri itu. Lebaran harus disesuaikan dengan kemampuan. Bila memang tak sanggup membeli semua yang serba baru, maka beli saja apa yang menjadi kebutuhan mendesak. Jangan sampai berutang pula kiri-kanan demi lebaran.
Hakekat dari lebaran, merayakan kemenangan setelah sebulan berpuasa serta ada niat menerukan pelajaran dan amalan yang diperbuat selama Ramadhan. Lebaran bukanlah ajang hura-hura. Artinya, tak perlu sedih atau merasa rendah diri bila tak mampu tampil seperti orang lain.
Kita memang harus selalu realistis dalam kehidupan. Jangan sampai menetes pula air mata ketika orang lain tampil lebih. Jangan beriba hati pula ketika tak bisa makan enak.
Kita laksanakan semuanya sesuai dengan kemampuan. Jangan sampai besar pasak dari tiang. Hidup ini bukan untuk saling berlomba. Begitu lebaran selesai, terlalu panjang kehidupan yang harus dilalui. Jangan sampai pula biaya pendidikan anak terkendala akibat lebaran.
Lebaran segera tiba. Kita harus saling memaafkan. Mereka yang memiliki kelebihan, jangan sampai pula merendahkan orang lain. Mereka yang berkemampuan, hendaknya memberikan sebagian rezeki pada yang kekurangan. (*)

Categorised in:

No comment for Hadapi Lebaran, Jangan Paksakan Diri

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>