Hampir Semua Mahasiswa Belum Tahu BPJS Ketenagakerjaan


Dewan Pengawas BPJS Ketenagakerjaan Pusat, Poempida Hidayatulloh didampingi Kepala Kantor Wilayah BPJS Ketenagakerjaan Sumbar-Riau Budiono menyerahkan cenderamata kepada Dekan FISIP Unand, Alfan Miko, Rabu (6/12). (lenggogeni)

PADANG – Dewan Pengawas BPJS Ketena gakerjaan Pusat Poempida Hidayatulloh mengatakan,  hampir semua mahasiswa belum mengetahui seluk beluk BPJS Ketenagakerjaan. Padahal, mereka nantinya akan memasuki lingkungan kerja.

“Tapi alhamdullilah setelah diberikan pengajaran manfaat dan pelayanan dari BPJS, sehingga mampu membuka mata mahasiswa. Menakjubkan, mereka tertarik untuk aktif mensosialisasikannya di tengah masyarakat,” ucap Poempida Hidayatulloh saat mengajar 40 menit, bertema kan ‘Kenali Manfaat Program BPJS Ketenagakerjaan Sejak Dini’ di Unand, Rabu (6/12).

Ditambahkannya, BPJS mempunyai empat program, yakni jaminankematian, kecelakaan kerja, hari tua dan pensiun. Apabila seseorang tidak dapat bekerja, ada jaminan pensiun sebagai basis kesejahteraan mereka. Dana pensiun itu bisa dinikmati dan diwariskan kepada anak dan istri. Kemudian, jaminan kecelakaan kerja.

Selain itu, ada pula manfaat tambahan menjadi peserta BPJS Ketenagakerjaan. Yakni bisa memiliki perumahan murah yang disubsidi, plus bisa ikut andil dalam sembako murah menjelang akhir tahun.

Kuliah Umum 40 Menit Mengajar, merupakan agenda utama BPJS menyambut perayaan ulang tahun ke-40 yang jatuh pada setiap 5 Desember. Program ini dilaksanakan 49 di kampus se Indonesia, termasuk UNP dan Unand.

Kepala Kantor Wilayah BPJS Ketenagakerjaan Sumbar-Riau Budiono mengharapkan pihak kampus bisa masukanmateri jaminan ketenagaan kerja ini menjadi modul ataupun kurikulum yang diajarkan kepada mahasiswa.

Hal senada juga disampaikan Dekan Fakultas Ilmu Sosial Politik (FISIP), Alfan Miko.  Ia pun menyambut baik harapan tersebut, agar  mahasiswa diberikan pemahaman tentang arti penting melindungi diri risiko-risiko buruk yang terjadi saat bekerja.

“Rencananya, kami akan memberikan materi itu sebelum mereka wisuda. Tujuannya, agar mereka mengetahui tentang seluk beluk BPJS Ketenagakerjaan,” tegasnya. (lenggo)