Hanura Berkemungkinan Siapkan Nofi Candra di Pilwako Padang

Nofi Chandra. (*)
Nofi Chandra. (*)

JAKARTA – Partai Hati Nurani Rakyat (Hanura) telah resmi berganti nahkoda. Osman Sapta Odang (OSO) mengambil alih tampuk pucuk pimpinan Hanura dari Wiranto yang didaulat menjadi Ketua Dewan Pembina.

Hadirnya OSO ke dalam tubuh Hanura juga diikuti dengan masuknya tokoh politik, dan misi besar membawa partai barunya masuk tiga besar pada Pileg 2019 mendatang. OSO mengklaim ada 17 anggota DPD RI yang akan mengikuti jejaknya ke Hanura.

Tujuan dari OSO membawa para Senator ke Hanura bukan tanpa maksud. Wakil Ketua MPR RI tersebut ingin menambah jumlah tokoh nasional dan lokal di Hanura. Tidak tertutup kemungkinan tokoh-tokoh tersebut disiapkan untuk maju di pemilihan kepala daerah.

Di antara 17 nama yang diklaim terdapat nama senator asal Sumbar, Nofi Candra. Hal itu juga disebutkan oleh Senator asal Bali yang juga telah menyatakan masuk Hanura, I Gede Pasek. Menurutnya, salah satu anggota DPD RI yang ikut gerbong ke Hanura adalah Nofi Candra.

Saat Munaslub Hanura, Rabu (21/12) di Hotel Santika, Jakarta, memang ada Nofi Candra. Saat dikonfirmasi terkait kedatangannya, Nofi Candra mengaku dia datang karena mendapat undangan sebagai anggota DPD RI. Namun saat ditanya apakah dirinya sudah resmi masuk ke Hanura, Nofi tidak menjawab tegas.

“Kita diundang, tentu sebagai bentuk penghargaan kita datang. Ke depannya bagaimana belum bisa dijawab,” ujar Nofi.

Cawako Padang

Di sela-sela Munaslub tersebut, kader Hanura telah mulai membahas persiapan tentang Pilkada serentak 2017 dan 2018. Jika Pilkada 2017 fokus pada pemenangan kandidat yang telah ditetapkan, sedangkan untuk 2018 sudah ada nama-nama dipersiapkan.

Jika Nofi Candra resmi masuk ke Hanura, bisa jadi itu termasuk salah satu strategi Hanura mulai mempersiapkan calon Walikota Padang 2018. Karena dengan statusnya sebagai anggota DPD RI dan telah sering sosialisasi di Padang, peluang Nofi untuk merebut simpati masyarakat cukup besar. Ditambah lagi, Hanura Padang belum memiliki kader yang mumpuni untuk melawan kandidat petahana (Mahyeldi) pada tahun 2018.

Peluang Nofi terbilang besar untuk diusung oleh Hanura, selain karena faktor kedekatan dengan OSO dan petinggi DPP Hanura lainnya. kehadiran Nofi juga mampu mendongkrak nama Hanura di Kota Padang.

Dengan mengusung Nofi, Hanura tidak akan sulit mencari teman koalisi. Nofi boleh dikatakan dekat dengan petinggi partai di Sumbar, mulai dari PDI P, PKB, PAN dan petinggi lainnya. Jika dulu Hanura terkesan bukan partai penentu, dengan adanya Nofi kondisi akan berubah. Nofi akan jadi magnet tersendiri ditengah kesulitan lawan politik Mahyeldi mencari lawan tanding sepadan.

Dengan syarat 15 persen dari jumlah kursi di DPRD Padang, Hanura tinggal mencari dua kursi lagi. Saat ini Hanura telah memiliki 5 kursi, jika ditambah dengan PDI P saja, koalisi ini telah memenuhi syarat dan bisa mengusung Nofi Candra.

Saat ditanyakan terkait kemungkinan dirinya maju sebagai Cawako Padang, Nofi memberikan respon positif. “Mengabdi untuk masyarakat itu bisa dimana saja, bisa di legislatif, bisa juga di eksekutif,” jawab singkat Nofi. (agus)