Heboh Pria Misterius di Surian Disikapi dengan Zikir dan Tabligh Akbar

Ilustrasi (net)
Ilustrasi (net)

AROSUKA – Heboh soal sosok misterius yang sempat meneror kenyamanan warga Nagari Surian, Kecamatan Pantai Cermin, Kabupaten Solok mulai mereda. Masyarakat menyikapi khabar tentang aksi orang aneh bertelanjang yang mencemaskan warga dengan mempertebal keimanan serta membaca Alquran.

“Alhamdulilah, suasana sudah kembali normal dan tenang. Kecemasan masyarakat mulai reda,” kata Sekretaris Nagari (Seknag) Surian, Muh. Ali ketika menjawab Singgalang melalui telepon genggamnya, Selasa (5/9).

Dikatakan, sejak sebulan terakhir masyarakat Surian memang dihebohkan isu orang aneh yang berkembang menjadi berita menakutkan tentang ulah sosok pria aneh masuk ke rumah-rumah warga yang memiliki anak gadis.

Kejadian itu sudah berlangsung lebih sebulan ini. Bahkan dalam tempo dua pekan terakhir, Sebut M.Ali, masyarakat yang berdomisili di 14 jorong di nagari Surian merasakan kecemasan yang luar biasa.

“Padahal warga yang mengaku melihat sosok aneh itu tidak dengan jelas menyebutkan apakah itu orang atau bayangan saja, ” ujar M. Ali.

Puncaknya sejak dua pekan belakangan, pria mistrius itu dikhabarkan semakin berani melakukan aksi brutalnya pada siang hari. Akibatnya, ketakutan warga makin menjadi-jadi karena mengancam keselamatan remaja putri dan perempuan hamil yang menjadi sasarannya.

Menyikapi peristiwa yang tidak jelas itu, pemuka masyarakat bersama pemerintah nagari dan kecamatan akhirnya menyerukan agar digerakkan pengajian-pengajian, wirid dan zikir.

Bahkan ustad yang sengaja didatangkan dari Padang Panjang menyebutkan, orang misterius berupa bayangan hitam itu merupakan peristiwa ghaib sebagai perbuatan jin dan syeitan.

“Warga kini diserukan agar menggiatkan pengajian dan mengikuti wirid-wirid di masjid dan mushalla, “ jelas Seknag Surian itu.

Walinagari Surian Edi Mardin yang dihubungi memastikan tidak ada kejadian orang aneh dengan keadaan telanjang. Perisitiwa itu hanya ketakutan berlebihan dari masyarakat akibat informasi yang tidak jelas. Ia berharap agar isu-isu tentang orang msiterius ini segera dihentikan.

“Isunya sengaja dibesar-besarkan sehingga menumbuhkan keresahan ditengah masyarakat, “ papar Edi Mardin.

Namun begitu, ia mengambil hikmah atas kejadian itu karena masyarakat sudah berlomba-lomba meramaikan masjid. (rusmel)