Hilang di Pantai Arta, Pelajar SMA Mandau Ditemukan Tewas

Ilustrasi (net)
Ilustrasi (net)

PARIK MALINTANG – Satu dari tiga pengunjung Pantai Arta, Sungai Limau, Kabupaten Padang Pariaman yang terseret ombak, Senin (26/12) siang, ditemukan tewas. Jasad korban, Fajar Alhabsi (16) ditemukan dekat Muaro Paingan, sekitar satu kilometer utara Pantai Arta pukul 10.00 Wib, Selasa (27/12).

Seperti telah diberitakan, dari Mandau Duri, Kabupaten Bengkalis, Riau, Fajar beserta beberapa teman dan guru bimbelnya bermaksud ke Pantai Arta untuk berlibur. Dia sampai di bibir pantai yang indah itu, Senin pagi.

Melihat riak gelombang yang elok, Fajar dan temannya, Gatot, 16 tahun serta gurunya, Ade, 35 tahun jadi tertarik untuk mandi. Ketika lagi asyiknya mandi-mandi itulah, datang bencana. Dimana gurunya, Ade dan temannya, Gatot tampak digulung gelombang.
Mendengar teriakan minta tolong, Fajar bersama-sama dengan masyarakat berusaha menyelamatkan sang guru dan temannya itu. Dia berenang ke tengah, hingga akhirnya berhasil membantu penyelematannya.

Tapi malang bagi Fajar. Ketika masyarakat tengah berusaha menarik tubuh Ade dan Gatot ke bibir pantai, tiba-tiba datang gelombang. Ombak besar itu menyeret tubuhnya, hingga hilang tenggelam.

Berselang beberapa jam, ribuan warga datang ke lokasi. Tak sedikit nelayan yang ikut membantu proses pencarian korban. Tim SAR dari Padang juga terlihat melakukan pencarian, bersama satuan petugas dari Polres Kota Pariaman, BPBD Padang Pariaman dan BPBD Kota Pariaman.

Setelah larut malam, pencarian sempat dihentikan, hingga dilanjutkan lagi setelah pagi. Kapolresta Pariaman, AKBP Riko Junaldy terlihat turut menyisir pantai, bersama-sama dengan Kapolsek Sungai Limau, Iptu Ramon dan Kasat Lantas, AKP Afrino Caniago.

Proses pencarian akhirnya membuahkan hasil. Korban ditemukan sudah meninggal. Jasadnya ditemukan sekitar pukul 10 siang oleh seorang nelayan, tidak jauh dari bibir pantai. Sekitar satu kilometer utara dari lokasi hilangnya.

Sebelum diberangkatkan ke Mandau, Bengkalis mayat korban terlebih dibawa ke Puskesmas Sungai Limau dan kemudian dimandikan, dikhafani dan dishalatkan di sebuah rumah warga di Pantai Arta. Kasat Lantas Afrino turut memandikan dan menyolatkannya. (dmn)