Hujan Lebat, Tabuik Terlambat ‘Naiak Pangkek’

Di tengah hujan lebat dengan mempergunakan beberapa unit mobil, anak-anak nagari membawa kerangka 'tabuik' ke tempat penyelenggaraan 'tabuik naiak pangkek, yaitu salah satu dari prosesi tabuik Piaman, Minggu (16/10).(darmansyah)
Di tengah hujan lebat dengan mempergunakan beberapa unit mobil, anak-anak nagari membawa kerangka ‘tabuik’ ke tempat penyelenggaraan ‘tabuik naiak pangkek, yaitu salah satu dari prosesi tabuik Piaman, Minggu (16/10). (darmansyah)

PARIAMAN  – Pesta budaya anak nagari di Kota Pariaman yang konon berbiaya hampir satu miliar, Minggu (16/10) ini, terancam gagal. Gagal dalam artian lengang dari saksian masyarakat.

Biasanya, pesta budaya Tabuik yang rutin digelar di bulan Muharram, selalu ramai. Puluhan dan bahkan kadang sampai lebih 100 ribu pengunjung yang datang menyaksikannya. Perantau pulang, para wisatawan asing pun tidak sedikit yang hadir menyaksikan prosesi hingga ‘tabuik’ itu dibuang ke laut.

Namun kini, sebutan ‘Piaman tadanga langang, batabuik makonyo rami,’ sepertinya tidak tepat. Telah ber’tabuik, Pariaman masih terlihat lengang. Masyarakat, termasuk para tamu dari luar, sepertinya pada berkurung di rumah, hotel dan tempat-tempat penginapan. Hujan, benar-benar lebat.

Zulfikar, salah seorang dari warga kota yang tadinya berharap bisa bertransaksi banyak dalam berjualan nasi sala (masakan khas Pariaman), tampak termenung. “Kanai galeh sakali ko,” ujarnya, ketika disapa Singgalang.

Mudah-mudahan, kata Zulfikar, hujan berhenti menjelang siang, sehingga dagangan yang telah dia persiapan bisa terjual. Walaupun tidak akan untung, minimal bisa kembali pokok. (darmansyah)