Ikapri  – Kadin Padang Teken Kerja Sama Pemanfaatan Minyak Jelantah

 

Ikapri dan Kadin Padang menandatangani MoU pemanfaatn minyak jelantah. (lenggo)
Ikapri dan Kadin Padang menandatangani MoU pemanfaatn minyak jelantah. (lenggo)

PADANG  – Ikatan Kartini Profesional (Ikapri) Indonesia Sumatera Barat menandatangi nota kesepahaman (Memorandum of Understanding/MoU) tentang minyak jelantah dengan Kamar Dagang Indonesia (Kadin) Kota Padang, di Palanta Kediaman Walikota Padang, Minggu (8/1).

Walikota Padang Mahyeldi  menyambut baik ada kerjasama antara Ikapri Indonesia Sumbar danKadin Kota Padang. Sebab, ini dari MoU ini yakni manfaatkan minyak jelantah yang semula digunakan untuk gorengan ataupun dibuang tentu akan menimbulkan penyakit bagi manusia dan pence maran lingkungan. Dengan adanya kerjasama ini, Ikapri dan Kadin mampu memanfaatkan minyak tersebut untuk menjadi biodisel.

Ketua Kadin Kota Padang, Rahim Mardanis mengatakan ada tiga sasaran dari kerjasama ini yakni, rumahtangga, industri kecil makanan dan hotel/restaurant.

“Untuk rumahtangga, bagaimana agar minyak jelanta tidak dipakai berulang-ulang, karena berdampak terhadap kesehatan. Selain itu, minyak jelantah diduga digunakan untuk produk unggulan kuliner Kota Padang terutama keripik balado ataupun makanan lainnya.

Kemudian, pengunaan minyak jelantah di hotel/restaurant. Sebaiknya jangan digunakan, apalagi, kita sudah meraih destinasi wisata halal dunia. Ayo gerakan padang sehat dan bersih dari minyak jelanta,” ucap Rahim Mardanis didampingi Wakil Ketua Bidang UMKM, Syolfiadi.

Hal senada juga disampaikan, Ketua Ikapri Indonesia Sumbar, Elizawati yang akrab disapa Bunda Reffan. Ia mengatakan kalau MoU ini bertujuan menciptakan keluarga dan lingkungan sehat dari minyak jelantah.

“Kami memberikan edukasi dan solusi masyarakat tidak mengunakan minyak jelanta lagi. Kemudian menjualnya kembali untuk digunakan sebagai biosolar,” jelas Bunda Reffan didampingi Kabid PKPL DKM dan PTSP Provinsi Sumbar, Etnalela.  (nggo)