Indonesia Galang Dukungan Jadi Anggota Tidak Tetap Dewan Keamanan PBB

JAKARTA – Indonesia menggalang dukungan dalam pencalonan sebagai anggota tidak tetap Dewan Keamanan Persekutuan Bangsa-Bangsa (PBB). Kampanye perdana diluncurkan Menteri Luar Negeri Republik Indonesia (Menlu RI) Retno LP Marsudi dalam sebuah resepsi diplomatik di sela-sela Sidang Majelis Umum PBB.

“Indonesia negara yang memiliki syarat-syarat utama untuk terpilih dalam pemilihan anggota tidak tetap Dewan Keamanan PBB 2019-2020, dan Indonesia siap untuk itu,” kata Menlu Retno, seperti dikutip dari keterangan tertulis Kemlu, Sabtu (24/9).

Retno menyampaikan berbagai hal yang membuat Indonesia layak menjadi anggota tidak tetap DK PBB. Salah satu yang ditekankannya adalah dalam kemajemukan di Tanah Air, dan masyarakat Indonesia tetap dapat menjalin harmoni.

“Dengan lebih dari 17 ribu pulau yang didiami oleh lebih dari 1.300 kelompok etnis, Indonesia merupakan model sejati bagi toleransi dan pluralisme, nilai yang senantiasa diproyeksikan oleh Indonesia dalam berhubungan dengan negara lain,” ujarnya

Dari segi populasi, kata Retno, saat ini Indonesia adalah negara berpenduduk keempat terbesar dunia, negara demokrasi terbesar ketiga dunia, dan negara berpenduduk muslim terbesar dunia.

“Indonesia menjadi bukti bahwa Islam, demokrasi, modernitas dan penguatan perempuan dapat terjalin dalam satu harmoni,” imbuhnya.

Keaktifan Indonesia dalam memperjuangkan demokrasi, termasuk melalui penyelenggaraan Bali Democracy Forum (BDF), turut diajukan sebagai alasan. Tak lupa, Retno menekankan keaktifan Indonesia dalam menjaga perdamaian dunia.

Menlu menyebut, Indonesia termasuk 10negara penyumbang terbesar bagi pasukan pemeliharaan perdamaian PBB. Jumlah perwakilan RI di luar negeri yang mencapai 132 perwakilan negara, juga dapat membantu Indonesia memahami dengan baik situasi di lapangan.

“Dengan latar belakang seperti itu, Indonesia ingin mencalonkan diri sebagai anggota tidak tetap DK PBB periode 2019-2020.(aci)

agregasi okezone1