Ini Kronologis Perampokan di Bukittinggi

Ilustrasi (okezone)
Ilustrasi (okezone)

BUKITTINGGI – Kapolsek Bukittinggi, Kompol Zahari Almi kepada wartawan mengatakan dari keterangan sejumlah saksi pelaku Kamis (21/4) sekitar pukul 17.00 Wib pelaku datang ke rumah bersama anak kecil dan minta diurut oleh Nita (60) ibu korban.

Namun karena pelanggan sedang ramai, Nita meminta pelaku kembali lagi nanti.

Kemudian sekitar  pukul 18.30 Wib pelaku kembali datang seorang diri ke rumah korban. Saat itu rumah korban dalam keadaan sepi.dan ibu korban dilihatnya sedang berwuduk dikamar mandi.

Saat itulah pelaku mendekati dan langsung mencekik leher sekaligus merenggut kalung emas di leher ibu korban.

“Fadhly mendengar teriakan ibunya dan langsung mengejar pelaku. Kaget dikejar korban, pelaku langsung menyerang dengan senjata tajam,” ujar Zahari Almi. Usai menyerang FAdhly yang sudah tidak berdaya, pelaku kabur dengan mobil avanza.

Di lokasi kejadian petugas juga mengamankan sepasang sandal swallow yang diduga milik pelaku.

Pantauan Singgalang baik di TKP maupun di RSAM Bukittinggi dipenuhi oleh keluarga korban dan warga sekitar.

Bahkan Walikota Bukittinggi H.Ramlan Nurmatias yang mendapatkan informasi itu langsung melihat jenazah Fadhly di RSAM Bukittinggi dan rumah duka.

Seusai melihat jenazah korban, Ramlan menyatakan ]mengutuk perbuatan perampukan yang menyebabkan hilangnya nyawa manusia itu.

“Ini merupakan pidana murni dengan motif perampokan dan penganiayaan. Kita serahkan kepada pihak kepolisian menaganinya semoga pelakunya cepat terungkap,”ujar Ramlan. (gindo)