Ini Tradisi Ramadan di Empat Negara Muslim

Ilustrasi. (*)
Ilustrasi. (*)

JUMLAH umat Islam di seluruh dunia kini mencapai 1,6 juta orang. Jutaan Muslim di seluruh dunia tersebut tentu saja berasal dari beragam budaya yang berbeda-beda. Keberagaman latar belakang itu berpengaruh terhadap tradisi Ramadan yang unik dan berbeda dari satu tempat ke tempat lainnya.

Sebagaimana diketahui, puasa Ramadan diawali dengan bangun sebelum adzan subuh untuk sahur. Jika sebagian orang mengandalkan alarm untuk membangunkan sahur, maka di wilayah di Timur Tengah dan Afrika Utara, warga Muslim mengandalkan Musaharati.

Musaharati sendiri adalah orang yang bertugas membangunkan orang-orang sahur. Ia akan berkeliling di jalan dan berteriak meminta warga untuk bangun lalu memukul drum sebanyak tiga kali. Tradisi ini di beberapa wilayah seperti Kairo, Mesir masih bertahan.

Di beberapa negara Muslim lainnya, Ramadan disambut oleh masyarakat atau perusahaan dengan menyiapkan sebuah paket yang berisi makanan pokok untuk didistribusikan kepada mereka yang kurang beruntung. Selain itu, selama Ramadan, setiap negara pasti juga memiliki makanan khas sendiri untuk berbuka. Dan pastinya kegiatan lainnya yang paling ditunggu oleh semua Muslim adalah ibadah salat Tarawih.

Berikut ini adalah tradisi Ramadan di beberapa tempat di dunia sebagaimana dikutip dari A Global World, Selasa (5/6/2017):