Iqra Bantah Sertifikat Diklatda Miliknya Palsu

Muhammad Iqra Chissa Putra memperlihatkan sertifikat Diklatda. (bambang)
Muhammad Iqra Chissa Putra memperlihatkan sertifikat Diklatda. (bambang)

PADANG – Calon Ketua Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (Hipmi) Sumbar Muhammad Iqra Chissa Putra membantah sertifikat Diklatda yang dimilikinya palsu.

Sertifikat itu resmi dikeluarkan Hipmi Sumbar pada 16 September 2015 dan ditandatangani Ketua Hipmi Sumbar Zigo Rolanda dan Sekretaris Ardian Ascan disertai stempel basah.
“Sertifikat itu asli dan dikeluarkan pengurus DPD Hipmi Sumbar usai Diklatda pada 15 Oktober 2015 lalu,” kata  Muhammad Iqra Chissa Putra, kepada wartawan, Kamis (5/10) di Padang.
Dia mengatakan, semua persoalan seharusnya bisa diselesaikan secara kekeluargaan dan duduk bersama.
“Musda ini hanya alat untuk suksesi kepemimpinan, kami tidak membuka front untuk saling menghujat di ruang publik. Kalau ada masalah sebaiknya dibicarakan bersama,” kata M. Iqra.
Dia mengatakan, pihaknya siap untuk dimediasi dengan pihak “seberang” terkait persoalan itu.
“Kami ingin semuanya clear. Kami ingin persaingan menuju ketum Hipmi Sumbar ini dilakukan dengan santun, beretika dan tidak saling menghujat,” lanjutnya.
Dia menginginkan Musda bisa kembali berjalan sesuai mekanisme yang ada sehingga Hipmi Sumbar benar-benar dipimpin tokoh muda yang tangguh guna mengayomi pengusaha-pengusaha muda di Sumbar.
“Kami sangat sayangkan Musda akhirnya deadlock. Kami ingin persoalan ini cepat selesai, dan Musda dilanjutkan kembali,” katanya.
Sebelumnya Musda Hipmi Sumbar deadlock akibat protes yang diajukan Tim Pemanangan Fadli Amran, calon ketua DPD Hipmi Sumbar, dikerenakan adanya kejanggalan dalam tahapan dan rekrutmen bakal calon dan tidak memilii “fairness”.
Mereka menilai ada keberpihakan dari Badan Pengurus Daerah (BPD) Hipmi dengan indikasi menerbitkan sertifikat Diklatda, kepada seorang kandidat yang maju sebagai Ketum.
“Informasi yang kami himpun diketahui bahwa salah satu calon yang mempunyai sertifikat Diklatda, tapi tidak pernah mengikuti Diklatda sama sekali, maka kami mempertanyakan kenapa BPD bisa mengeluarkan sertifikatnya,” kata Ketua Tim Pemenang Fadli Amran, Adi Surya. (bambang/deri)