Irigasi Banyak Rusak, Target 3 Juta Ton Gabah Sulit Tercapai

Ilustrasi. (okezone)
Ilustrasi. (okezone)

PADANG – Produksi gabah di Sumbar terancam menurun pada 2017. Perkiraan itu karena, masih banyaknya saluran irigasi yang rusak.

Kondisi itu juga akan diperparah akan masuknya musim kering dari rentang Mei hingga Oktober. “Mungkin target 3 juta ton produksi gabah kita tidak tercapai,” ujar Kepala Dinas Tanaman Pangan Hortikultura dan Perkebunan Sumbar, Chandra, Rabu (19/4).

Meski traget tidak tercapai, dipastikan Sumbar masih tetap surplus beras, seperti tahun lalu. Pada 2016 surplus gabah mencapai 1 juta ton dengan produksi 2.503.647 ton, jumlah itu lebih rendah dari 2015, sebanyak 2.550.609 ton.

Kendala peningkatan produksi pangan itu dominan dipenagruhi oleh irigasi lahan pertanian. Di Sumbar baru 40 persen irigasi pertanian yang berfungsi dengan baik. Sedangkan 60 persen lainnya irigasi mengalami kerusakan dan tidak berfungsi secara baik untuk mengairi areal persawahan petani.

Data Dinas Tanaman Pangan Hortikultura dan Perkebunan ada 32 irigasi pertanian dengan kapasitas pengairan cukup besar yang rusak di Sumbar. Irigasi besar yang rusak itu terdapat di Kabupaten Pesisir Selatan sebanyak 11 irigasi, Tanah Datar sebanyak 4 irigasi diantaranya yaitu irigasi Lintau Buo, Pangian. Kemudian Dharmasraya sebanyak 6 irigasi.

Selanjutnya di Limapuluh Kota sebanyak 3 irigasi, kabupaten Agam sebanyak 5 irigasi. Bahkan di Kota Padang juga terdapat irigasi yang rusak dan tidak berfungsi dengan baik yakni irigasi di Kecamatan Koto Tangah yang sampai saat ini masih belum diperbaiki. Di Kabupaten Pasaman juga ditemukan irigasi yang belum berfungsi baik salah satunya yakni irigasi Panti-Rao.

“Bagus dan berfungsinya irigasi menentukan capaian produksi hasil pertanian seperti padi,” ujarnya.

Guna menanggulangi itu, Dinas Pertanian sudah berkoordinasi dengan PSDA. Dalam rapat koordinasi melibatkan instansi terkait tersebut, kendala yang ditemukan adalah minimnya anggaran untuk perbaikan irigasi tersebut. (yose)