Jemaah Haji Kloter III Padang Meninggal di Pesawat Dapat Santunan

PADANG – Seorang jemaah haji yang meninggal dunia di pesawat Garuda Indonesia GA 3430 dua jam sebelum mendarat di Bandara Internasional Minangkabau (BIM) dari kloter III Debarkasi Padang, Sumatera Barat atas nama Tahirun Jamatil Marjaim (86) asal Bengkulu akan mendapat asuransi.

Kasubag Humas Kemenag Sumatera Barat, Irwan, Rabu (21/9) mengatakan, jemaah haji yang meninggal ini akan mendapatkan asuransi dari maskapai pesawat Garuda dan pemerintah.

“Untuk maskapai Garuda akan mendapat Rp100 juta sementara dari pemerintah akan mendapat Rp15 juta,” katanya kepada Okezone, Rabu (21/9/2016).

Namun kata Irwan untuk mendapatkan dana asuransi tersebut tidak mudah, sebab butuh proses yang lama, mulai dari mengurus surat-surat dari pihak dokter sampai urusan lain.

Meninggalnya Tahirun Jamatil Marjaim menurut Kepala Bidang Kesehatan Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Debarkasi Padang, dr Aryanti karena mengalami infeksi pernapasan.

Setelah meninggal jenazahnya dimasukkan ke dalam peti dan langsung diberangkatkan dengan pesawat Lion Air bersama rombongan jemaah lain berasal dari Bengkulu. Ada tiga pesawat yang diberangkat dengan nomor pesawat Lion Air JT 2637 berangkat pada pukul 05.00 WIB, JT 2635 pukul 05.15 WIB dan JT 3633 pukul 05.30 wib.

Untuk jemaah haji kloter III dari Provinsi Bengkulu ini seluruhnya 452 . Selain Tahirun Jamatil Marjaim asal Bengkulu ini yang meninggal masih ada satu orang yang meninggal di Rumah Sakit Madinah atas nama Tasniah Durakim Datem (72) berasal dari Kabupaten Bengkulu Tengah yang wafat pada 18 Agustus 2016. (lek)

agregasi okezone1