Jenius, Murid SD Ini Kuasai 23 Bahasa Asing

Putu Rista (okezone.com)
Putu Rista (okezone.com)

KLUNGKUNG – Nama Putu Rista (10) mendadak terkenal setelah salah seorang pemandu wisatawan asing mengupload video aksi gadis kecil itu, saat menjual lembaran postcard dengan menggunakan bahasa asing.

Tak tanggung-tanggung bahasa asing yang dikuasai bocah asal Banjar Kidulung Kreteg, Desa Besakih, Kecamatan Rendang, Kabupaten Klungkung, Bali itu. Sebanyak 23 bahasa, meliputi negara-negara Eropa, Asia bahkan Timur Tengah.

Putu Rista yang baru duduk di bangku kelas empat sekolah dasar itu mempelajari bahasa asing dari turis mancanegara yang diboyong para pemandu wisata itu. Hal itu dilakukan agar postcard yang dijualnya laku dibeli para wisatawan yang datang berkunjung ke Pura Besakih.

Buah hati Ni Nyoman Parmi dan I Wayan David itu tidak pernah malu bertanya kepada para wisatawan asing tentang bahasa mereka. Dari sana dia banyak mempelajari beragam bahasa dan juga budaya.

Putu Rista menceritakan, awal mula berbahasa internasional saat usia lima tahun sudah diajak sang ayah bertemu dengan wisatawan asing mancanegara.

Ayahnya I Wayan David kala itu menjadi pemandu wisata di Pura Besakih. Dia hanya butuh waktu dua tahun untuk dapat melancarkan pengucapan beberapa bahasa asing lewat wisatawan asing yang dikenalnya itu. “Tujuh tahun baru bisa bahasa Inggris,” terang Putu Rista kepada Okezone di Pura Besakih, Klungkung, baru-baru ini.

Setelah mengerti bahasa Inggris, rasa ingin tahunya muncul dengan mempelajari beragam bahasa wisatawan asing yang datang ke Pura Besakih tersebut. Tak tanggung-tanggung sebanyak 23 bahasa meliputi bahasa Jerman, Perancis, Denmark, Slovakia, Rusia, Jepang, Italia, Ceko, Thailand, Spanyol, Inggris, Korea, Arab, Turki, Belanda, Luxemburg dan lainnya.

Namun, ada satu bahasa yang sampai saat ini masih dipelajarinya lantaran sulit melafalkan ejaannya yakni Mandarin. “China, aku enggak bisa baca hurufnya, bingung,” tambahnya.

Dari sekian bahasa yang dipelajarinya hanya ada satu bahasa yang sangat disukai dan ingin dipelajari lebih mendalam yakni bahasa Jerman. Rista sangat ingin mempelajari bahasa tersebut dengan serius lantaran kesukaannya terhadap negara Jerman. “Mau belajar lagi bahasa Jerman, aku suka dengan bahasanya,” tandas Rista.

Proses mempelajari bahasa asing tersebut diakui Putu Rista tidaklah mudah, dia harus menghafal sekian ratus kosakata dan menulisnya untuk dapat dibaca kembali. Butuh waktu kurang lebih sepekan untuk dapat menguasai satu bahasa yang tengah dipelajarinya.

“Saya catat di buku, terus diterjemahkan dan dihafal selama sepekan sambil dipergunakan kalau ada wisatawan yang datang,” ungkapnya. Hingga saat ini Putu Rista masih menawarkan postcard di Pura Besakih dengan menggunakan puluhan bahasa yang dikenalnya kepada para wisatawan. “Ya masih, bantu ibu dan bapak. Sekalian belajar bahasa lagi,” tutupnya.(aci)

agregasi okezone1