Kapolda: Deteksi Kerawanan Konflik, Jangan Anggap Remeh

Simulasi kerusuhan Pilkada Payakumbuh. (bayu)
Simulasi kerusuhan Pilkada Payakumbuh. (bayu)

 

PAYAKUMBUH – Kapolda Sumatera Barat Brigadir Jendral Polisi Basarudin menginstruksikan intelijen, termasuk bhabinkamtibmas, untuk mengoptimalkan pemetaan potensi kerawanan dalam Pilkada 2017 mendatang. Polisi dilarang under estimate (anggap remeh).

Di Sumbar, ada dua daerah yang akan menggelar Pilkada serentak nantinya. Yakni Kota Payakumbuh dan Kabupaten Mentawai. “Tolong petakan setiap potensi (kerawanan) yang bisa terjadi kapan saja,” kata Kapolda Basarudin, kepada Singgalang, Senin (3/10), di GOR Kubu Gadang, Payakumbuh.

Kapolda datang ke Payakumbuh, untuk memimpin Apel Gelar Pasukan dan Simulasi Pengamanan Kota (Sispam Kota) yang melibatkan ratusan anggota Polres Payakumbuh, Dalmas dan Sat Brimobda Polda Sumbar. Sispam ini, juga diback-up oleh personil Polres tetangga dari Bukittinggi, Tanah Datar dan Limapuluh Kota.

Turut mendampingi Kapolda, Irwasda Kombes Pol Syamsul Bachri, Karo Sarpras Kombes Pol Monto Kristo, Dir Reskrimum Kombes Pol Dody Rachmat Tauhid, Dir Reskrimsus Kombes Pol Margiyanta, Dir Lantas Kombes Pol Budi Prasetyo dan Dir Pamobvit Kombes Pol Dede Alamsyah.

Kemudian, Dir Binmas Kombes Pol Sus Edy Tafif, Dir Sabhara AKBP Ady Soeseno, Kasat Brimobda Kombes Pol Tumpal Damayanus dan Kabid TI AKBP Djoni Hendra. Selain itu, hadir pula Kapolres Bukittinggi AKBP Tri Wahyudi, Kapolres Limapuluh Kota AKBP Bagus Suropratomo dan Kapolres Tanah Datar AKBP Irfa Asrul Hanafi.

Menurut Kapolda Basarudin, pengamanan Pilkada yang akan berlangsung di Payakumbuh maupun di Mentawai, harus maksimal. Kapolres di kedua daerah, dimintanya lebih aktif ke tengah masyarakat. “Harus aman. Yang penting, soal yang tadi (pemetaan,-red) kerawanan,” urai Kapolda, ketika dicegat Singgalang usai acara. (bayu)