Kasat Narkoba Ditahan, Kapolda Duga Ada Anggota Lain Terlibat

Kapolda Sumbar Brigjen Basarudin (arief pratama)
Kapolda Sumbar Brigjen Basarudin (arief pratama)

PADANG – Kapolda Sumbar Brigjen Basarudin menegaskan tidak akan menutupi kasus narkoba yang melibatkan Kasat Narkoba Polres Pasaman, AKP Yohanes Lubis yang tengah ditangani Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Sumbar.

Ada dugaan kasus tersebut melibatkan oknum lainnya. “Jika ada anggota kita salah atau terlibat masalah hukum tidak ada akan kita tutup-tutupi,” ujarnya usai pengukuhan Tim Sapu Bersih Pungli (Saber Pungli) di Mapolda, Jumat (18/11).

Diungkapkannya, untuk sementara Kasat narkoba tersebut sudah tidak aktif lagi sejak dilakukan penahanan untuk dilakukan penyidikan lebih lanjut.

“Tidak menutup kemungkinan ada oknum anggota lain yang bermain dalam kasus ini. Untuk saat ini baru Kasat Narkoba. kita akan lakukan pengembangan lebih lanjut,” lanjut mantan Wakapolda Sumatera Utara ini.

Dijelaskannya, Yohanes Lubis saat ini masih dalam proses penyidikan oleh BNNP. Sementara penahanannya di sel tahanan Mapolda Sumbar. “Saat ini telah ditahan di sini, di Mapolda,” ulasnya.

Basarudin memaparkan selain akan dikenakan pidana, Yohanes juga akan diproses secara kode etik. Untuk semua ancaman hukuman akan dikenakan sesuai aturan yang berlaku.

“Kita lihat pengembangan penyidikan kasusnya, nanti pidana dulu lalu akan kita kenakan kode etik. Kode etik itu bisa keputusannya pemecatan,” lanjut Kapolda.

Ditegaskan, sejak dirinya menjabat Kapolda Sumbar telah melakukan pemecatan kepada lima anggota Kepolisian di Sumbar yang terlibat langsung peyalahgunaan maupun peredaran narkoba.

“Saya telah pecat lima anggota yang terlibat langsung narkoba sejak jadi Kapolda di Sumbar. Jadi anggota jangan main-main dengan hal yang berbau narkoba ini,” tegasnya.

Sebelumnya, Badan Narkotika Nasional (BNN) Sumbar menangkap delapan tersangka sindikat narkoba di berbagai lokasi di Pasaman. Satu tersangka merupakan oknum polisi yakni Yohanes Lubis. (yose)