Kawasan Tambang Sawahlunto Diusulkan Jadi Warisan Dunia

Landmark  Kota Sawahlunto (sawahlunto.go.id)
Landmark Kota Sawahlunto (sawahlunto.go.id)

PADANG – Pemprov Sumbar melalui Dinas Kebudayaan kembali mengusulkan Kawasan Kota Sawalunto sebagai warisan budaya dunia. Kali ini memperluas cakupannya sesuai dengan persyaratan UNESCO.

Terbaru, pengusulan itu ditambah dengan jalur Kerta Api dan pelabuhan Teluk Bayur. Sehingga, tambang tidak hanya berdiri sendiri.

“Untuk menjadikan kawasan warisan budaya dunia tidak cukup hanya wilayah tambang batu bara saja. Namun, ada kereta api yang mengangkut hasil tambang dan pelabuhan teluk bayur pengiriman hasil tambang. Jadi, ada tiga titik yang akan kita apungkan untuk warisan budaya dunia karena sejarahnya rel kereta api di Sumbar ini sehubungan dengan adanya batu bara di Sawahlunto dan Pelabuhan Teluk Bayur merupakan kawasan bongkar muat batu baranya,”ugkap Gubernur Irwan Prayitno usai membuka pembinaan warisan budaya dunia di Hotel Kyriad Bumi Minang, Rabu (19/4).

Tambahnya, dijadikan kawasan itu sebagai warisan budaya dunia, akan berpengaruh kepada tingkat kunjungan wisatawan ke Sumbar. Sehingga, akan berpengaruh kepada peningkatan perekonomian masyarakat.

“Untuk itu kita akan mengupayakan secepatnya revitalisasi perbaikan dan perawatan rel kereta api di empat wilayah itu, Sawahlunto- Padang Panjang-Padang Pariaman dan Kota Padang sehingga nanti ada kerjasama antar wilayah yang masuk kedalam cakupan wilayah itu untuk berkoordinasi,” ungkapnya.

Kepala Dinas Kebudayaan Sumbar, Taufik Efendi menyatakan, sosialisasi tersebut upaya dalam menginditifikasi untuk memenuhi syarat menjadikan Kota Sawahlunto sebagai warisan budaya dunia. Karena tahap pelengkapan identifikasi itu mesti ada historis, arsitektur, keluasan wilayah, hingga masyarakatnya. Sebab, masyarakat Swahlunto tidak lepas dari kehidupan pertambangan sejak dahulu.

“Jadi perluasan wilayah ini untuk melengkapi persyaratan karena tambang ini tidak luput dari transportasi. Yakni hasil tambang dari darat melalui kerta api dan laut melalui pelabuhan. Jadi tiga titik ini tambang, kereta api dan pelabuhan menjadi tiga titik kesatuan untuk menjadikan Sawahlunto warisan budaya dunia,” tukasnya. (yose)