Kelanjutan Pembangunan Jalan Tembus Limapuluh Kota – Agam Masih Kabur

Ilustrasi (net)
Ilustrasi (net)

PADANG – Kelanjutan pembangunan jalan tembus Limapuluhkota via Palupuah-Pagadih-Koto Tinggi, Agam masih belum jelas. Setidaknya ada 7 kilometer lagi jalan yang tak layak dan harus diperbaiki.

Anggota DPRD Sumbar asal Agam, Armiati mengatakan DPRD akan segera membahas kelanjutan pembangunan jalan itu pada Pemprov Sumbar.

“Terutama untuk jalan di daerah Palupuah. Di sana selama bertahun-tahun lamanya masyarakat menggunakan jalan yang buruk. Ini tentu mengganggu aktivitas mereka,” ujar Armiati, Rabu (19/4).

Dia menjelaskan pada 2016 lalu pembangunan jalan itu sudah dicicil. Anggarannya berasal dari APBD provinsi senilai Rp4,9 milar. Namun sayangnya dengan dana sebanyak itu jalan yang selesai dikerjakan hanya 400 meter. Sebanyak 500 meter lagi belum selesai dan baru sampai pada tahap cor. Selain juga masih ada badan jalan yang ambruk/hancur dan belum diperbaiki.

“Sebenarnya tak masuk akal dengan dana Rp4,9 miliar itu jalan yang diselesaikan hanya 400 meter. Kita akan minta kejelasan lagi, perlu ada evaluasi,” tegas Armiati.

Dia mengatakan pihak kontraktor dan dinas terkait menyebutkan jalan tersebut hanya selesai sepanjang itu karena keadaan kontur tanah yang sulit dan berkerikil.

Secara keseluruhan, Armiati menyebutkan, dari Nagari Pagadih masih ada 7 kilometer lagi jalan yang rusak parah hingga ke perbatasan dengan Limapuluhkota. Untuk sampai ke Pagadih Hilia perlu 2,1 kilometer lagi. Setidaknya butuh anggaran Rp20-25 miliar. Ini untuk betonisasi hingga perampungan badan jalan di kiri-kanan.

Permintaan agar pembangunan jalan itu dilaksanakan juga disampaikan masyarakat setempat. Warga Pagadih, Afdal (32) berharap pembangunan jalan tersebut cepat rampung. Dia khawatir jika dibiarkan berlarut-larut maka akan perdampak dapak buruk untuk sektor perekonomian masyarakat Palupuh. yang mayoritas adalah petani.

“Banyak pontensi parawisata yang terabaikan akibat infrastukstur yang kurang memadai di kecamatan palupuh seperti air terjun sarasah dan taman Raflesia yang kurang terawat,” harapnya. (titi)