Keluarga Tahanan Ungkap Bobroknya Sikap Pegawai Rutan Pekanbaru

Petugas Brimob Polda Riau bersenjata lengkap dibantu warga berjaga di Rumah Tahanan Sialang Bungkuk Kelas IIB, Pekanbaru, Riau (antara foto)
Petugas Brimob Polda Riau bersenjata lengkap dibantu warga berjaga di Rumah Tahanan Sialang Bungkuk Kelas IIB, Pekanbaru, Riau (antara foto)

PEKANBARU – Sejumlah keluarga tahanan mendatangi Rutan Sialang Bungkuk Pekanbaru. Mereka memprotes sikap tidak manusiawi yang sering ditunjukkan pegawai rutan.

Aksi protes para keluarga tahanan ini dilakukan di depan pintu gerbang Rutan Sialang Bengkuk Pekanbaru yang berada di Kecamatan Tenayan Raya, Sabtu (6/5). Aksi ini dilakukan di sela kunjungan kerja Direktur Jenderal Pemasyarakatan Kementerian Hukum dan HAM RI, I Wayan Kusmiantha ke rutan.

“Kalau kita mau menjenguk jumpa keluarga harus bayar Rp25 ribu. Nanti kalau di dalam mau ngasih makanan pada anak saya harus pakai uang lagi. Kalau tidak dikasih, nanti bekal kita dibuang,” ucap pria berambut cepak bertubuh tinggi yang menolak disebut identitasnya karena takut akan nasib anaknya di dalam rutan.

Hal senada juga diungkapkan wanita paruh baya yang mengaku anaknya tinggal di Blok B selalu dianiaya sipir jika tidak ada uang.

“Kalau di rutan itu, sikit sikit duit, sikit duit. Kalau tidak ada uang, keluarga kita akan sengsara di sana. Saya kemarin saja mau kasih obat kulit, selalu dimintai uang. Rupanya setelah kita tanya, ternyata obat yang saya beri tidak diberikan. Sedihnya ternyata anak saya di sana tidak diobati,” imbuh wanita berambut sebahu yang juga meminta identitasnya disembunyikan.

Untuk itu pihak keluarga tahanan meminta agar Kepala Rutan Pekanbaru serta anak buahnya diganti. “Kita minta mereka semua diganti. Apalagi kepala rutannya, dia juga orang yang paling bertanggungjawab atas kekejaman anak buahnya,”imbuhnya.

Terkait protes tersebut, Direktur Jenderal Pemasyarakatan Kementerian Hukum dan HAM RI, I Wayan Kusmiantha memastikan akan menindak tegas mereka yang terlibat.

“Kabarnya petugas rutan sering melakukan tindakan di luar batas. Mereka akan diproses, selain dipindahkan dari tugasnya, mereka juga akan diproses hukum. Jabatan Kepala Rutan Pekanbaru juga akan diganti,” tukasnya. (aci)

agregasi okezone1