Kepala SMPN 1 Batang Kapas Pacu Semangat Guru

Kepala SMPN 1 Batang Kapas, Kabupaten Pesisir Selatan, Roni Sukri mengajak dan menyemangati para guru agar lebih terampil dan profesional dalam memberikan edukasi kepada peserta didik. (*)
Kepala SMPN 1 Batang Kapas, Kabupaten Pesisir Selatan, Roni Sukri mengajak dan menyemangati para guru agar lebih terampil dan profesional dalam memberikan edukasi kepada peserta didik. (*)

PAINAN – Kepala SMPN 1 Batang Kapas, Pesisir Selatan, Roni Sukri memacu semangat para guru selaku tenaga pendidik di sekolahnya agar lebih terampil dan profesional dalam memberikan edukasi kepada seluruh siswa dan siswi.

Ia mengatakan setiap guru harus mampu memahami dan mendalami keberagaman karakter yang ada pada setiap peserta didik.

Setiap anak, perlu terapi yang berbeda untuk mencapai sasaran dan target yang diinginkan, sebab watak dan tingkah lakunya berbeda pula.

“Nah, dengan variasi sikap dan sifat yang ada pada murid, hendaknya guru lebih memiliki sentuhan rasa kasih sayang. Anggaplah mereka seperti anak kita sendiri. Buatlah mereka yang masih belia itu merasa nyaman dengan kehadiran kita (guru) bukan sebaliknya” jelas Roni kepada Singgalang saat diwawancarai, Selasa, (20/12).

Kepala sekolah berprestasi ini selalu kreatif dan inovasi untuk menyemangati para guru dalam melaksanakan tugas pokok dan fungsi sebagai seorang pendidik.
Salah satu contohnya, dengan konsep dan strategi yang disusun, Roni pun memaparkan dan menjelaskan sebaik baiknya kepada seluruh guru, tujuannya tidak lain untuk menciptakan grafik peningkatan mutu pendidikan pada sekolah yang baru dipimpinya itu.

Para guru maupun kepala sekolah, juga terus melakukan evaluasi dari setiap strategi yang diterapkan.

“Target utama adalah mutu, bagaimana tugas kita dari seorang pendidik mampu mengantarkan siswa ke pintu keberhasilan, maka dari itu pelaksanasn evaluasi terus bergulir,” tambahnya.

Hal lain yang dilakukan Roni dalam mengajak guru agar lebih memiliki daya semangat yang tinggi dalam mendidik anak adalah dengan cara menampilkan cuplikan video yang berilustrasi tentang pahitnya kisah seorang anak yang putus sekolah karena faktor kemiskinan.

Dalam tayangan video Mario teguh berdurasi tiga menit yang ditampilkan Roni tersebut, ternyata membuka cakrawala baru dari para guru di SMPN 1 Batang Kapas. Beberapa orang guru merasa tersentuh hatinya dengan cuplikan video tersebut.

Ia memberi stimulasi yang kuat, rasa syukur dan ikhlas diharapkan melekat pada sejatinya seorang guru.

“Mengajar- lah dengan naluri, ikhlas serta dengan rasa yang penuh kasih sayang, Insyaallah, tugas mulia dari seorang guru ini menjadi banyak manfaat dan ladang amal dalam kehidupan ” tuturnya. (niko)