Kerugian Banjir da Longsor di Limapuluh Kota Rp253 Miliar

Pangkalan pasca banjir dan longsor dilihat dari ketinggian. (*)
Pangkalan pasca banjir dan longsor dilihat dari ketinggian. (*)

SARILAMAK – Kerugian material akibat longsor dan banjir yang terjadi Jum’at (3/3) lalu, melebihi Rp200 miliar. Kemarin saat menggelar konfrensi pers, Bupati Irfendi dan seluruh pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) merilis, taksiran kerugian hingga hitungan akhir Rp253,1 miliar lebih.

Rinciannya, ada 3.482 kepala keluarga (KK) terkena dampak bencana. Terbesar itu di Pangkalan Koto Baru dengan hitungan 2.182 KK, Kapur IX sebanyak 664 KK, Harau 380 KK, Mungka 204 KK, Bukit Barisan 2 KK, Suliki 13 KK dan Lareh Sago Halaban 37 KK.

Sementara di sektor pendidikan, ada 31 sekolah terkena dampak yang mengakibatkan kerusakan berat pada mobiler, buku-buku, alat tulis, alat peraga dan alat–alat kantor lainnya. Sedangkan untuk bangunan gedung sekolah, hanya mengalami kerusakan ringan.

“Untuk TK, ada 14 yang terkena dampak. Kerugiannya Rp1,78 miliar lebih. Sedangkan SD, ada 11 unit. Kerugian Rp3 miliar lebih, SMP 4 unit dan kerugiannya Rp456 juta lebih. Untuk SLTA, 2 unit yang kerugiannya Rp672 juta lebih,” sebut Bupati.

Bidang pertanian, Limapuluh Kota mengalami kerusakan lahan sawah 142,9 Ha, jagung 6,35 Ha, cabai 19,25 Ha, bawang merah 1 Ha, karet 46,5 Ha, sawit 8 Ha, gambir 117,8 Ha, kakao 2 Ha, sawah hilang 0,1 Ha, sawah tertimbun longsor 10 Ha.

Kerugian pasca bencana paling besar, ditimbulkan akibat kerusakan jalan, rumah, irigasi, jembatan dan jaringan pipa air bersih.  Kerusakan jalan akibat longsor, terjadi di 64  titik. Meliputi Kecamatan Bukit Barisan 7 titik, Kecamatan Pangkalan 38 titik, Kecamatan Mungka 2 titik, dan Kecamatan Kapur IX 17 titik. (bayu)