Kerugian Banjir dan Longsor Limapuluh Kota Rp200 Miliar

Petugas dan sejumlah siswa membersihkan mobiler sekolah. (bayu)
Petugas dan sejumlah siswa membersihkan mobiler sekolah. (bayu)

SARILAMAK – Sepekan usai banjir dan longsor mempora-porandakan Limapuluh Kota, Jum’at (10/3) sore, Pemerintah Daerah mulai merilis data kerugian material yang ditimbulkan. Sementara, nilainya Rp199,49 miliar. Angka ini diyakini akan terus bertambah.

“Untuk korban jiwa, sampai Kamis (9/3), ada delapan orang. Sementara kerugian material, masih proses input. Kadis PU saja, tadi melapor, (kerugian,-red) sudah Rp171 miliar,” kata Bupati Irfendi Arbi, di posko utama tanggap darurat, kawasan Eks Kantor Bupati, jantung Kota Payakumbuh.

Bupati menyebut, proses penghitungan kerugian material serta recovery, dilakukan tepat di masa tanggap darurat ke-II, dari tanggal 10 sampai 16 Maret. Termasuk pemulihan mental anak dan warga lainnya. “Di tahap pertama, kan kita fokus ke titik bencana. Tadi saya juga sudah chek ke pusat tabulasi data,” imbuhnya.

Selain menchek ke pusat tabulasi data, Irfendi Arbi juga mewarning Sekdakab Yendri Thomas. “Tadi pak Sekda sudah saya beritahu. Seluruh persoalan administrasi dituntaskan. Termasuk data. Kalau tidak, wajib hukumnya saya evaluasi,” tegas Irfendi.

Sementara itu, Dansatgas Penanggulangan Bencana Alam AKBP Bagus Suropratomo dan Wadansatgas Letkol Inf Heri Sumitro mengaku, setiap hari pihaknya terus melakukan evaluasi. “Semuanya bersemangat, bahkan, ada yang sejak sepekan belum pulang,” kata Bagus dan Heri Sumitro mengapresiasi. (bayu)