Ketua KKI Dihadirkan Sebagai Ahli dalam Sidang Gugatan Dokter Bedah

Sidang gugatan dr. Noverial di Pengadilan Negeri Padang (rahmat zikri)
Sidang gugatan dr. Noverial di Pengadilan Negeri Padang (rahmat zikri)

PADANG – Ketua Konsil Kedokteran Indonesia (KKI), Prof. Herkutanto menyatakan semua pihak harus menghormati putusan pengadilan.

Hal itu diungkapkannya saat dihadirkan sebagai ahli oleh pihak RSUP M Djamil Padang selaku tergugat di Pengadilan Negeri Padang menjawab pertanyaan hakim anggota Nasorianto, Selasa (1/11).

Gugatan ganti rugi itu diajukan dr. Noverial yang sebelumnya diberhentikan pihak RSUP M. Djamil. Sidang dipimpin hakim Yose Ana Rosalinda dengan hakim anggota Nasorianto dan Sutejo.

Hadir penggugat Noverial didampingi kuasa hukumnya Yosserizal dan Asnil Abdillah. Sedangkan tergugat diwakili kuasanya Purwanta cs, JPN Alijus, Zakiah Mestika dan Meryanti.

Hakim Nasorianto kembali menambahkan tentang dugaan pelanggaran yang dilakukan oleh dokter tersebut sudah diuji di Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN). Di tingkat pertama, banding dan kasasi dito¬lak. Artinya dugaan tersebut tidak benar, seharusnya yang ber¬sangkutan dikembalikan ke tempatnya semula.

Ahli yang juga sarjana hukum dari Universitas Indonesia dan magister hukum dari Australia itu mengatakan sesuai pasal 13 Permenkes No.755/IV/2011 tentang Penyelenggaraan Komite Medik di Rumah Sakit dijelaskan kepala/direktur rumah sakit menetapkan kebijakan, prosedur dan sumber daya yang diperlukan untuk menjalankan tugas dan fungsi komite medik. Komite medik bertanggung jawab kepada kepala/direktur rumah sakit.

Ditambahkannya, jika seorang dokter melanggar kode etik atau profesi, itu bukan termasuk ranah hukum tetapi kewenangan direksi atau direktur rumah sakit. Jika seorang dokter melanggar kode etik, direksi membentuk Komite Medik.

“Intinya, direksi dapat membuat aturan sendiri dan aturan itu harus dipatuhi,” kata Ketua KKI yang menandatangani Surat Tanda Register (STR) itu.

Sementara saat ahli Binsar Marbun memberikan keterangan pada sidang dua minggu yang lalu sempat terjadi insiden kecil di akhir persidangan. “Mana dokternya,” kata Binsar sambil menyalami kuasa penggugat penggugat dan Noverial. Lapor saya, supaya aman,” kata Binsar. “Saudara mengancam saya,” kata Noverial dengan nada tinggi.

“Tidak,” kata Binsar sambil berlalu yang kemudian ditengahi hakim ketua Yose Ana Roslinda.

Sidang perkara ditunda satu minggu untuk memberikan kesempatan kepada tergugat menghadirkan saksi lainnya.(adi)