Ketua PSSI Mendatang Harus Cinta Lahir Batin pada Sepakbola

PADANG – Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) RI, Imam Nahwari mengatakan, Ketua Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia (PSSI) haruslah orang yang cinta lahir batin pada sepakbola. Selain itu, dia juga harus mampu menjadikan bola sebagai pemersatu anak-anak bangsa dan bukan pemecah.

Hal itu disampaikannya usai memberikan kuliah umum dan menandatangani nota kesepahaman dengan Rektor UNP, Prof. Ganefri di Gedung Olahraga Universitas Negeri Padang (UNP), Kamis (22/9).

Imam tidak mau berkomentar banyak terkait rencana Kongres PSSI yang direncanakan akan berlangsung 17 Oktober mendatang. Terutama terkait dugaan adanya upaya penolakan lokasi kegiatan yang difasilitasi pemerintah di Yogyakarta, sedangkan PSSI lebih memilih Makassar. “Silakan. Kalau mau tunduk pemerintah, ikuti. Jika tidak, ya silakan kita lihat saja nanti,” ujarnya.

Pemerintah ditegaskannya memiliki tanggung jawab besar untuk olahraga nasional. “Pemerintah memfasilitasi. Contoh kecil, U19 berangkat ke Vietnam, kami fasilitasi dengan dana Rp1,4 miliar. Sementara PSSI itu tidak mau diaudit secara terbuka. Padahal mereka semestinya sesuai saran Komisi Keterbukaan Informasi itu harus memberitahu kepada masyarakat,” katanya.

Pemerintah ditekankannya, benar-benar ingin memfasilitasi dan ingin mendorong. “Harusnya tidak boleh lagi atas nama ego sektoral, kemudian PSSI membangkang kepada pemerintah,” sesalnya.

Tetap semangat
Sementara terkait U19, Menpora mengatakan, dirinya tetap memberikan semangat kepada atlet-atlet sepakbola itu, meski mereka mengalami kekalahan. “Seperti yang diketahui, semalam saya sudah jemput mereka saya beri semangat agar tetap rajin berlatih. Kalah menang itu biasa dalam pertandingan,” ucapnya.

Namun terlepas dari itu, dia meminta berbagai klub sepakbola yang ada di Indonesia, ketika diminta untuk mengirimkan atletnya, jangan membatasi dua tiga pemain saja. (yuni)