Komitmen Berantas Pungli, Kemen PUPR Tindaklanjuti Arahan Presiden

Basuki
Basuki Hadimuljono. (*)

JAKARTA – Komitmen pemerintahan Joko Widodo untuk membabat habis praktik-praktik pungli (pungutan liar), ditindaklanjuti oleh sejumlah kementerian, termasuk Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) yang dipimpin Basuki Hadimuljono. Kepada seluruh jajarannya, Basuki mengingatkan kepada pegawainya untuk senantiasa menjaga kredibilitas dan kepercayaan masyarakat dalam pelayanan publik, salah satunya dengan menjauhi perbuatan pungli (pungutan liar).

“Jangan main-main dengan pelayanan publik seperti melakukan pungli, apalagi terkait perijinan,” tegas Basuki dalam rilis yang diterima Singgalang, Senin (17/10).

Basuki meminta seluruh jajarannya harus bisa menjaga kredibilitas dan kepercayaan masyarakat dalam melakukan pekerjaan. Semua pekerjaan terkait perizinan, tambahnya harus dapat diselesaikan tepat waktu dan memberikan jawaban yang jelas sehingga memberikan kepastian bisnis kepada setiap orang yang terkait di Kementerian PUPR.

“Kalau memang oke, dikeluarkan ijinnya. Kalau ditolak ya sampaikan, jangan digantung-gantung perijinan,” ujarnya seraya menambahkan agar semua pekerjaan yang terkait pengeluaran perijinan di Kementerian PUPR, harus dilaksanakan sesuai SOP (Standar Operasional Prosedur).

Dia juga meminta kepada Tim verifikasi perizinan, untuk berhati-hati dan bekerja sesuai SOP, jangan digantung jawabannya apalagi ada punglinya. Karena itu dia menyatakan pada saat ini, semua pelayanan publik harus dapat saling berkompetisi untuk meningkatkan kualitasnya, sehingga kepercayaan publik terhadap pemerintah juga semakin naik.

“Era kompetisi harus bisa memberikan servis yang lebih cepat, lebih baik dan lebih murah. Dengan begitu, kepercayaan publik terhadap pemerintah juga semakin naik,” katanya lagi.

Terakhir Basuli berpesan kepada semua pegawai dalam merancang program kerja harus benar-benar melihat kebutuhan, tidak hanya sekedar menganggarkan untuk membelanjakan uang negara sehingga tidak tepat sasaran.

“Pola pikir programmingnya harus benar-benar diprogram sesuai kebutuhan kerja, bukan money follow function tapi money follow program,” tegasnya. (Ery Satria)