Kongres Alumni Unand Besok,  Sejumlah Nama Beken Mengapung

PADANG – Besok, (Rabu, 14/9), alumni Universitas Andalas (Unand) berkongres untuk memilih ketua umum Ikatan Alumni Unand (IKA Unand) periode 2016-2020 di Padang. Sejumlah nama beken mengapung untuk menggantikan Prof. Fasli Jalal, ketum IKA Unand saat ini.

“Bakal hangat dan ramai. Apalagi puluhan alumni dari maupun luar Sumbar hadir untuk meramaikan alek sekali dalam lima tahun ini,” kata Adrian ‘Toaik’ Tuswandi, alumnus Fakultas Hukum yang kini bertugas sebagai Anggota Komisi Informasi (KI) Sumbar kepada Singgalang, Selasa (13/9) di Padang.

Dia menyebut sejumlah nama beken dan orang-orang hebat di negeri ini ikut meramaikan bursa pemilihan ketum IKA Unand. Mereka berasal  dari beragam profesi yang reputasinya tak perlu diragukan lagi.

Nama-nama yang mengapung itu antara lain Asman Abnur (Menteri Pendayaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi RI), Surya Tri Harto (pejabat di Pertamina), Shadiq Pasadique (pejabat di  Kemendagri), Raseno Arya (pejabat di Kementerian Pariwisata) dan Irfendi Arbi (bupati Limapuluh Kota).

Selain itu, juga Prof. Reni Mayerni (kini Sekjen DPP IKA Unand), Harry Iskandar Efendi (dosen FISIP dan mantan aktivis mahasiswa),  Dr. Feri Arlius Dt. Sipado (Wakil Dekan III Fateta Unand sekaligus  Ketua HKTI Sumbar), Taslim (anggota DPR-RI periode 2009-2014 sekaligus Ketua IKA Unand Jabodetabek) dan sejumlah nama lain.

Irfendi Arbi salah seorang kandidat Ketum IKA Unand menyebutkan, kongres V Unand akan berlangsung meriah. Namun yang penting dari semua itu, bagaimana keakraban alumni makin terbina.

“Soal siapa calon ketum IKA Unand, melihat tokoh-tokoh yang maju, saya punya saran untuk mendukung bersama-sama Asman Abnur sebagai Ketum IKA Unand. Sebab, sejak berdiri IKA Unand, belum pernah Ketumnya dijabat seorang menteri. Kinilah saatnya. Saya siap mundur dari pencalonan dan mendukung Asman,” kata mantan Ketua KNPI Padang ini.

Irfendi mengaku, semua calon yang mengapung adalah figur terbaik yang dimiliki Unand. Namun untuk kerangka lebih luas dan eksistensi IKA Unand ke depan, harus objektif pula untuk  menempatkan figur di puncak pimpinan IKA Unand. Asman Abnur lah figur yang pas dan tepat itu.

“Kita hilangkan ego fakultas, tapi utamakan Unand-nya, demi kejayaan masa depan,” tambah dia. (effendi)