Konsumsi Kopi Bermanfaat, Berlebihan Picu Masalah Kesehatan

Ilustrasi (net)
Ilustrasi (net)

MINUM kopi di pagi hari memang tampaknya menjadi rutinitas tersendiri bagi masyarakat. Menyeruput kopi dipercaya bisa memengaruhi mood seseorang.

Banyak penelitian mengungkapkan manfaat kopi yang sangat luar biasa. Sebut saja sebagai pelindung jantung dan menjadi pencegah masalah jantung kronis. Namun, pada sebagian orang dan beberapa kasus, kopi justru menjadi penyebab masalah kesehatan. Benarkah demikian?

Ya, konsumsi kopi berlebihan nyatanya bisa menimbulkan masalah kesehatan. Diungkapkan oleh dokter spesialis penyakit dalam Annisa Maloveny. Meski memiliki banyak manfaat, bila dikonsumsi secara berlebihan, kopi juga memiliki efek buruk.

“Mulai dari insomnia, obesitas, inkontinensia urine (buang air kecil terus menerus), meningkatnya tekanan darah, masalah menstruasi, dan risiko asam urat,” ujar dr. Annisa Maloveny, Sp.PD, dalam Media Gathering bersama Halodoc di Penang Bistro, Pakubuwono, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Kamis (9/11).

Lebih lanjut, kelebihan kafein dalam jangka waktu yang panjang bisa mengakibatkan sejumlah masalah kesehatan yang serius. Seperti masalah lambung, terganggunya sistem kardiovaskular, kerusakan tulang, daya ingat terganggu, menurunnya kinerja mental, memicu produksi hormon cortisol, dan yang paling parah memengaruhi kesuburan wanita hingga keguguran.

“Biasanya pasien yang datang ke saya maagnya kambuh setelah minum kopi. Kopi bisa meningkatkan produksi asam lambung. Jadi, dianjurkan minum kopi jangan saat perut kosong, tapi 1-2 jam setelah makan,” terang dokter yang melakukan praktik di sebuah rumah sakit di kawasan Bekasi, Jawa Barat, itu.

Nah, agar tidak berlebih, penting untuk mengetahui takaran yang tepat dalam mengonsumsi kopi. Lantas, berapa jumlah takaran yang tepat?

“Berdasarkan penelitian, ditentukan bahwa batas aman konsumsi kopi adalah 300-400 mg atau setara dengan 3-4 cangkir per hari. Kopi itu baik asal tahu cara menggunakannya,” saran dr Annisa.

Diwartakan okezone, ia juga menyarankan agar tidak mengkonsumsi kopi secara berturut-turut lebih dari dua pekan. Melihat konsumsi kopi dan nongkrong di coffee shop seolah menjadi gaya hidup masa kini masyarakat urban, Anda bisa menyiasatinya dengan konsumsi jenis minuman lainnya saat berada di coffee shop.

“Kalau di coffee shop kan enggak cuma ada kopi, nah kita bisa selingi dengan konsumsi avocado ice cream atau cappucino, jadi enggak harus espresso sekian shot. Jadi, gaya hidupnya dapat, tapi konsumsi kafeinnya enggak meningkat,” kata Kevindra Soemantri, pemerhati kuliner dan gaya hidup dalam acara yang sama. (aci)