Kopi Lokal Racikan Generasi Milleneal

Fadli Riansyah Putra, owner Sago Green Coffe tengah memetik biji kopi di puncak Gunung Sago, Limapuluh Kota, belum lama ini. Kopi produksinya, kini sudah dikirim ke Belgia hingga Belanda. (Muhammad Bayu Vesky)

SARILAMAK – Anda penikmat kopi, dan sudah pernah mencoba Sago Green Coffee? Cobalah agak sedikit. Nikmat benar rasanya. Racikan generasi milleneal, anak muda hebat dari Situjuah, Limapuluh Kota. Pasarnya tidak hanya di Tanah Air, namun ke Belgia hingga Belanda.

Ya, Sago Green Coffe adalah merek dagang yang telah dipatenkan oleh Anak Nagari Situjuah Banda Dalam, Kabupaten Limapuluh Kota.

Sebuah merek kepemilikan produk kopi yang telah terdaftar di Kemenkumham. Redaksi ini merangkum Sago Green Coffee adalah sebuah terobosan masa kini yang hadir untuk mengatasi masalah berat badan, telah terpercaya selama setahun ini.

Fadli Riansyah Putra nama pemilik merek tersebut, sekaligus sebagai ownernya. Produk kopi yang telah memiliki jaringan pemasaran dalam bentu Agen dan Reseller, telah ada di setiap kota yang ada di Indonesia.

Mereka bergerak masif di media sosial, jika ada teman media sosial Anda yang mempromosikan Sago berarti mereka itu lah Agen & Resellernya.

Tidak tanggung – tanggung, kini jaringan pemasaran Fadli telah ada di Malaysia & Singapur. Bahkan telah beberapa kali ada pengiriman ke Belgia dan Belanda.

Sebagai owner Fadli menyatakan inovasi nya ini berdasarkan pengalamannya yang pernah kuliah di Jurusan Agribisnis Universitas Muhammadiyah Sumatera Barat, “Bagaimana Kita bisa mengangkat harga komoditi pertanian, yaitu dengan pengolahan lebih lanjut.” Tuturnya kepada Redaksi ini.

Fadli yang terlahir dari Keluarga petani dan besar dilingkungan petani, memang telah dikenal dekat dengan petani. Terhitung Dia telah membina beberapa kelompok tani dan kelompok usaha bersama (KUBE), diantaranya kelompok tani Sago Jaya dan Kube Sepakat yang ada di Nagari nya.

Tidak khayal jika Fadli kini telah sukses di bidang pemasaran produk pertanian, karena selain memang itu background nya, Ia juga aktif di berbagai organisasi besar, seperti Muhammadiyah dan Kosgoro.

Juga tidak ketinggalan organisasi pengusaha seperti HIPMI, Komunitas TDA, Serikat Saudagar Nusantara (SSN) turut memcatat nama Anak Muda berumur 23 ini.

Fadli anak pertama dari empat bersaudara dari pasangan Khairumas dan Reni Promizos ini tergolong unik dalam bersikap, Ia pendiam namun ramah, orangnya humanis dan pendengar sejati. Suka membaca, kemping dan mendaki gunung. Ia juga aktif di Pramuka, itu lah tanda Ia bisa sukses di bisnis model Online.

Fadli mengakui produknya masih jauh dari kesempurnaan, namun karena adanya jaringan pemasaran yang kompak dan solid, “Alhamdulillah produk ini jalan juga, asalkan ada manfaat, Kita seriuskan.” Tutur Fadli sambil melihatkan pembukan keuangannya.

Tercatata omset Sago Green Coffee sudah mencapai 300 juta di tahun pertama. Fadli menyatakan, para agen dan reseller dapat keuntungan 20persen dari setiap penjualan. Sedangkan para konsumen dapat layanan free ongkir khusus sumbar dan free banner atau brosur untuk daerah lainnya.

“Alhamdulillah, mereka serius dibisnis ini.” Fadli lagi – lagi bersyukur. Memang selama ini jaringan pemasaran Fadli tidak menggunakan sisitem MLM, mereka lebih tertarik dengan ‘Marketing Langit’ dimana nampak selaluk aktif dalam bidang sosial, membantu bencana alam, menafkahi anak yatim, menolong orang susah dan sebagainya.

Ini tercatat atas nama Sago Reaksi Cepat, pernah membantu korban banjir Pangkalan, Panti Asuhan Aisyah Labuah Silang, Panti – Panti di Situjuah dan masih banyak lagi.

Kini di akhir tahun 2017 ini, Fadli juga telah melahirkan Sago Roasted Coffee, mirip seperti kopi di cafe – cafe. Kopi Arabica murni, asli dari lereng gunung Sago. “Apapun produk pertanian Insya Allah bisa Kita pasarkan, asalkan mau berkomitmen dan berterus terang.” Tegas Fadli dengan mantap.

“Saat ini Saya sedang berusaha menaikkan minyak VCO atau kelapa murni, Songket Halaban, dan berbagai etnik kerjinan tangan, kue sapik, kawa daun dan lain – lain. Namun ini Kita jalankan perlahan, semoga nanti bisa berkembang maju juga. Saya merasakan sekali bagaimana memulai bisnis tanpa modal, karena jaringan pemasaran lah Saya bisa berkembang. Do’akan Saya bisa membantu sesama dan berbuat untuk NKRI.” Tambahnya. (muhammad bayu vesky)

Loading...
BAGIKAN