Kriya Kelompok Perempuan Pastati Bernilai Ekonomis

Kaum perempuan dari kelompok Pastati, di Nagari Pasir Talang Timur Kecamatan Sungai Pagu. (Afrizal Amir)
Kaum perempuan dari kelompok Pastati, di Nagari Pasir Talang Timur Kecamatan Sungai Pagu. (Afrizal Amir)

PADANG ARO – Kelompok perempuan Pasir Talang Timur (Pastati) Jaya mengolah limbah plastik menjadi aneka produk kerajinan tangan (kriya). Hasil kriya yang diprakarsai ibu rumah tangga itu, seperti tas, dompet, keranjang bawaan dan beragam jenis produk kriya lainnya yang bernilai ekonomis.

Ketua Kelompok Pastati Jaya, Refnidawati dan Bendahara kelompok, Sari Citra, Minggu (19/11/2017) mengatakan, kegiatan dilakukan karena dasar peduli akan lingkungan, terutama terkait antisipasi kebiasaan buang sampah sembarangan.

“Daripada ngerumpi saja,dengan mengumpulkan limbah dari plastik itu, kami berinisasi untuk bisa memanfaatkannya menjadi produk yang bernilai ekonomis,” katanya.

Sekarang, produk kriya limbah plastik ini telah dipasarkan keluar Solok Selatan, dengan bantuan pihak KKI Warsi. Bahkan baru-baru ini isteri Bupati Solsel, Ny. Hj. Suriati Muzni, telah membawa produk kerajinan ini ke Batam.

Saat ini kelompok perempuan yang bernama Pastati ini, telah mendapat orderan hingga 500 unit, aneka produk yang mereka hasilkan. Terkait harga, sudah pasti variatif, tergantung kerumitan pengerjaan, kata Ketua Kelompok Pastati Jaya, Refnidawati.

“Harga tergantung kerumitannya, mulai dari Rp 10 ribu hingga Rp250 ribu,” tambahnya.

Kelompok Pastati Jaya terletak di Nagari Pasir Talang Timur, Kecamatan Sungai Pagu, Solsel, berdiri sejak Desember 2016 beranggotakan 20 orang. Untuk model kriya, lanjut Sari kelompok belajar secara otodidak dan memanfaatkan tenkologi internet sebagai panduan.

“Kita banyak belajar dari ‘mbah google’ selain itu kita juga mendapatkan pendampingan dan bimbingan dari KKI Warsi. Bahkan, untuk pemasaran produk melalui Warsi,” terangnya.

Ditambahkan bendahara Pastati, Sari Citra, saat ini untuk kebutuhan bahan baku kelompok mulai terkendala. Pasalnya, belum terdapatnya bank sampah di daerah itu.

Ditambah Sari Citra, jenis pengerjaan untuk tiap anggota juga berbeda, bagi yang baru biasanya mendapatkan pekerjaan yang lebih mudah dibanding anggota yang telah mahir.

“Misalnya, bagi yang baru belajar hanya bertugas melipat atau menggunting plastik,” katanya.

Kelompok ini, tidak melulu mengutamakan keuntungan namun bagaimana bisa menghasilkan karya dan meningkatkan kesadaran peduli lingkungan.

Anggota Pastati Jaya, telah mendapatkan bantuan dua unit mesin jahit dari KKI Warsi. Selain itu, para anggota juga berharap adanya pembekalan berupa pelatihan dan bantuan modal dari pemerintah.

“Selama ini kami baru belajar otodidak, jika mendapatkan pembekalan dari ahlinya tentunya produk kami lebih bernilai dan berkualitas,” sebutnya.

Sementara, Walinagari Pasir Talang Timur, Solbetri mengatakan kegiatan para kaum perempuan cukup memberikan inspirasi bagi masyarakat.

“Insyaallah, kedepan kita bakal menjadikan sebagai salah satu Badan Usaha Milik Nagari (BUMNag) dan di 2018 bakal dianggarkan untuk pemberdayaan dari dana desa. Intinya, kegiatan ini kita dukung penuh,” kata Solbetri. (af)