Kronologi Penangkapan Dua Tersangka Pemilik 13 Paket Sabu di Tunggul Hitam

Barang bukti yang disita dari tersangka (ist)
Barang bukti yang disita dari tersangka (ist)

PADANG – Dua tersangka penyalahgunaan narkoba jenis sabu-sabu, Acong (30) dan Riko (35) dibekuk di sebuah rumah di Parak Jambu Gang Sitawa, Dadok Tunggul Hitam, Koto Tangah, Kota Padang.

Dari tangan warga Pasar Alai, Padang Utara dan Dadok Tunggul hitam itu, petugas Satuan Narkoba Polresta Padang menyita satu paket sedang dan 12 paket kecil sabu dengan nilai Rp3,9 juta, plastik klep, bong dan lainnya, termasuk dua ponsel sebagai barang bukti.

Kapolresta Padang Kombes Pol Chairul Azis melalui Kasat Narkoba Kompol Daeng Rahman, Jumat (25/11) mengatakan, penangkapan tersebut menindaklanjuti informasi masyarakat yang menyebutkan rumah yang didiami Riko itu kerap dijadikan sebagai lokasi transaksi narkoba.

Untuk itu, pihaknya melakukan penyelidikan dalam sepekan terakhir. Setelah dipastikan ada aktivitas mencurigakan, sejumlah petugas yang dipimpin Daeng langsung menggerebek rumah itu Kamis malam sekitar pukul 23.30 WIB.

Acong dan Riko yang ada di dalamnya kaget karena tak mengira akan didatangi sejumlah polisi berpakaian sipil. Meskipun demikian keduanya sempat berupaya membuang sabu yang disimpan dalam kotak rokok.

Tetapi petugas dapat menemukannya, berikut plastik klep, bong, pipet dan ponsel. Atas dasar itu kedua pria itu dibawa ke Mapolresta untuk penyidikan lebih lanjut.

Pihaknya masih memeriksa kedua tersangka secara intensif guna mengungkap pemasok barang haram yang disita dan memastikan peran masing-masing, apakah pemakai atau pengedar. Diduga keduanya mengedarkan sabu-sabu. “Peran keduanya masih dalam penyidikan,” tutur Daeng. (arief)