Kronologi Penyerangan Terhadap Polisi Usai Sita Miras

Ilustrasi (net)
Ilustrasi (net)

INHIL – Anggota Polsek Mandah, Kabupaten Inhil, Riau Brigadir Harmoko mengalami luka sabetan senjata tajam (sajam). Peristiwa itu terjadi setelah anggota Babinkamtibmas tersebut melakukan penertiban pedangan minuman keras (miras).

“Saat ini Brigadir Harmoko sedang menjalani perawatan di RSUD Puri Husada Tembilahan,” kata Kapolres Inhil, AKBP Dilofar kepada wartawan, Minggu (23/10).

Peristiwa penyerangan itu terjadi di Dusun Sabak Hulu, Desa Bantaian, Kecamatan Mandah. Saat itu Brigadir Harmoko sedang menjalankan tugas memantau acara orgen tunggal di sebuah pesta pernikahan warga.

Saat bertugas, salah satu warga menghampiri Brigadir Harmoko kalau di sekitaran pesta pernikahan itu ada penjual miras. Setelah mendapatkan informasi itu, Harmoko bersama salah seorang warga mendekati pedagang miras.

Benar saja, setelah dicek penjual yang diketahui bernama Dedi ini memajang puluhan miras berbagai merek. “Petugas kemudian menertibkan dan membawa puluhan miras ke kantor polisi,” sambungnya.

Namun dalam perjalanan sepeda motor yang dikendarai Bripka Harmoko yang berboncengan dengan warga dilempari kayu. Lalu mereka berhenti dan mencari sumber yang melempar kayu tersebut.

Tiba-tiba dari dalam semak, muncul Dedi, pedagang miras sambil membawa senjata tajam. Tanpa banyak basa basi dia langsung menyerang petugas. Terancam, Brigadir Harmoko mengeluarkan senjata api dan meletuskan ke bawah.

“Namun tembakan peringatan tidak dihiraukan pelaku. Dedi terus saja menyerang dan akhirnya mengenai lengan dan pergelangan tangan anggota kita,” tuturnya.

Semakin terancam, Bripka Harmoko mengarahkan tembakannya ke arah kaki Dedi. Setelah itu Dedi langsung kabur dan hilang. “Kita minta pelaku untuk menyerahkan diri,” tegasnya. (aci) 

agregasi okezone1