Kronologi Terungkapnya Bisnis Prostitusi Online di Padang

Ilustrasi (net)
Ilustrasi (net)

PADANG – Polisi mengungkap praktik prostitusi online di Padang.  Mucikari, pelanggan dan sejumlah wanita yang diduga dijadikan PSK diamankan di salah satu hotel berbintang.

Direktur Reskrim Umum, Kombes Erdi Adrimurlan Chaniago, Selasa (18/4) mengatakan, bisnis terlarang itu terungkap setelah pihaknya mendapatkan informasi prostitusi mulai marak di Padang dan lokasinya dari hotel ke hotel.

Pada Minggu (16/4) sekitar pukul 11.00 WIB, anggota Reskrimum menyamar dengan pura-pura menjadi pelanggan.  Kemudian polisi masuk ke jaringan aplikasi Wechat dan melakukan komunikasi dengan salah seorang mucikari berinisial H.

Setelah berkomunikasi, petugas mencoba untuk minta dicarikan perempuan sebanyak 4 orang untuk melayani tamu dengan syarat perempuannya usia sekolah. Pelaku menyanggupi permintaan petugas yang menyamar tersebut.

Kemudian disepakati harga untuk satu perempuan Rp800 ribu, dan disebutkan sudah ada empat perempuan muda menunggu di kamar hotel.  Tak lama berselang, petugas langsung melakukan pengerebekan dan mengamankan enam wanita, dua mucikari dan dua pria yang diduga sebagai pelanggan di dua kamar hotel.

“Setelah kami amankan, ditemukan enam wanita muda dan empat lelaki. Saat pemeriksaan, tiga perempuan diantaranya anak di bawah umur,” katanya

Keenam wanita itu berinisial RPY (20), SLV (20), SR (19), EP (16), DSY (16), dan DBP (16) yang kemudian dikirim ke pantai rehabilitasi.

Sementara dua mucikari H (28) dan JF (20) dijadikan tersangka . Sisanya RO (18) dan AM (17) yang diduga sebagai pelanggannya ditetapkan sebagai saksi. (guspa)