Kuliah di Luar Negeri, Perhatikan Hal Ini!

 

JAKARTA – Mahasiswa yang punya nilai akademis bagus, aktif di kampus, dan jago bahasa Inggris memiliki kesempatan besar untuk bisa lanjut kuliah di luar negeri. Namun tanpa pengetahuan tentang karakter masyarakat global, maka modal tersebut akan sia-sia lantaran mereka akan mengalami kendala selama kuliah di negeri orang.

Guna membekali pengetahuan seputar karakter masyarakat global, Global Competencies Workshop (GCW) Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) memberikan sebuah workshop kepada para mahasiswa.

“Cukup dengan pintar dan fasih berbahasa Inggris belum tentu membuat kita nyaman berada di luar negeri, banyak hal yang harus dipelajari,” ujar dosen muda teknik industri, Maratus Sholihah, disitat dari laman ITS, Sabtu (24/9).

Perempuan yang pernah mengenyam kuliah di Portugal itu mencontohkan, jangankan budaya suatu negara, kebiasaan kecil seperti makan pun harus diperhatikan saat belajar di luar negeri.

“Contohnya di Eropa, garpu dan pisau adalah alat vital yang digunakan untuk menyantap makanan, sedangkan di Indonesia biasanya menggunakan sendok dan garpu, bahkan menggunakan tangan,” sebutnya.

Poin penting yang harus dihindari saat kuliah di luar negeri, ucap dia, yakni tidak boleh menilai sifat suatu golongan berdasarkan prasangka yang subjektif dan tidak tepat. Selain itu, jangan pernah tanyakan soal agama kepada seseorang.

“Agama merupakan hal yang tabu untuk ditanyakan kepada seseorang di luar negeri. Menanyakan agama berarti mencampuri kehidupan mereka. Ketika di luar negeri, belajarlah menghargai agama lain bahkan mereka yang tidak beragama,” terangnya. Maratus menjelaskan, pemahaman soal gender di setiap negara juga berbeda.

Misalnya di Jepang, mahasiswa harus bisa menghargai orang yang lebih tua. Dia juga berpesan untuk selalu memperhatikan cara berkomunikasi, termasuk kebiasaan tepat waktu orang luar negeri.

“Hampir semua orang Eropa dan Jepang sangat tidak toleransi pada keterlambatan. Maka dari itu, budaya terlambat di Indonesia harus dihilangkan. Namun terlepas dari itu, ada budaya Indonesia yang harus tetap dibawa, yaitu budaya menghargai, ramah, dan toleransi terhadap budaya lain,” tutupnya. (lek)

agregasi okezone1