Berita Singgalang | Utama

Lagi, 53 Warga Asing Terdampar di Mentawai

Tanggal 03 September 2012

PADANG – Tim gabungan TNI dan Polri kembali mengamankan imigran gelap 53 warga asing yang diduga berasal dari Srilanka atau mungkin Rohingya yang terdampar dengan kapal di Pulau Sibegeu Desa Malakopak Kecamatan Pagai Selatan, Sabtu (1/9) sekitar pukul 15.00 WIB. Mereka terdiri dari 48 pria dan lima wanita.
Diduga puluhan warga negara asing itu pencari suaka, belum bisa dipastikan aparat terkait, pasalnya warga negara asing ini belum diperiksa jajaran Imigrasi. Bisa jadi dari Srilanka atau Rohingya. Sebelumnya Kamis pekan lalu terdampar pula 43 warga asing di lokasi yang sama.
Imigran gelap ini dalam kondisi sehat dan mereka ditempatkan di dua lokasi yang berbeda yakni gedung nasional Kui, dan gedung olah raga yang ada di pulau Sikakap.
Sebelumnya ada tujuh orang dari mereka sempat dirawat di puskesmas terdekat, dan saat ini kondisinya telah pulih kembali.
Dandim Mentawai 0319 Mentawai Letkol Josafat Duka Minggu (2/9) mengatakan, saat ini seluruh warga negara asing itu masih berada di penampungan dan kondisi mereka dalam keadaan sehat. Terkait kapan mereka akan dibawa ke Padang untuk diperiksa jajaran Imigrasi Padang, pihaknya telah berkoordinasi dengan Pemerintah Provinsi Sumbar.
“Kita akan berkoordinas dengan seluruh pihak pemerintah,” ujarnya.
Dikatakan, koordinasi dengan seluruh jajaran terkait untuk membawa seluruh warga negara asing itu ke Padang masih belum mendapatkan titik terang. Untuk membawa mereka, ada ketakutan saat ini, yakni saat mereka dibawa ke Padang dengan menggunakan kapal, mereka akan kabur atau membajak kapal tersebut.
“Terkait ketakutan itu, saat pemindahan baik TNI dan Polri melakukan pengawalan ketat saat warga negara asing yang diduga asal Srilanka itu, ini dipindahkan dari Pulau Mentawai ke Kota Padang. Selain kendala keamanan, kendala biaya untuk memindahkan mereka cukup besar, karena tidak bisa dengan menggunakan satu kapal,” ujarnya.
Pemindahan 96 warga negara asing, yang sebelumnya terdampar di Pulau Mentawai, saat mereka hendak menyeberang lautan menuju negara Australia masih belum ada kejelasan
warga negara asing itu harus menghuni tempat penampungan, yang telah disediakan Pemkab Mentawai.
Rencananya, warga negara asing tersebut seluruhnya dibawa dengan menggunakan kapal Ambu-Ambu, milik ASDP yang selama ini melayani penyeberangan masyarakat Mentawai. Kalau menggunakan kapal tersebut, anggarannya bisa mencapai Rp80 juta lebih karena untuk satu penumpang yang akan menyeberang, dikenakan biaya Rp90 ribu.
Kapolres Mentawai, AKBP Cucuk Trihono mengaku dua kapal yang mereka tumpangi itu rencananya menuju Australia.
Pengakuan warga negara asing yang ditirukan Kapolres Mentawai ini diketahui mereka sama sekali tidak ada niat masuk wilayah atau perairan Indonesia, dan juga tidak berniat akan tinggal di negara Indonesia secara illegal. Mereka ditemukan di perairan Mentawai karena kapalnya rusak di laut lepas.
Walaupun pengakuan warga negara asing itu telah mengungkapkan kemana mereka akan pergi, tapi karena mereka terdampar di perairan Indonesia, maka mau tidak mau seluruhnya akan dimintai keterangan, yang nantinya akan dilakukan jajaran Imigrasi setelah mereka telah berada di Kota Padang nantinya.
Selama ini, jajaran Pol Air setiap hari melakukan patroli rutin, di pulau-pulau yang masuk dalam wilayah Kabupaten Kepulauan Mentawai. Diakui Kapolres Mentawai, selama ini jarang ditemukan kapal berbendera asing, yang masuk perairan Indonesia secara diam-diam.
Biasanya, kalau kapal imigran mereka pasti akan berlayar di laut bebas, sehingga mereka aman dari kejaran pihak keamanan negara manapun yang sempat mereka lalui sebelum sampai di Australia.
“Saat warga negara asing ini kami periksa, mereka banyak diam dan terkesan berupaya menutupi alasan kenapa sampai mau berlayar sejauh itu. Saat kami tanya terkait hal yang lainnya, mereka hanya mengaku menuju Australia, sedangkan pertanyaan lain tidak mau mereka jawab,” lanjut Kapolres Mentawai.
Sebelumnya, 43 orang orang warga asing ditemukan diatas kapal mereka Preti Peg berbendera Srilanka, oleh tim gabungan TNI dan Polri, setelah kapal itu terdampar di Pulau Sibegeu, Desa Malakopak, Kecamatan Pagai Selatan, sekitar pukul 13.00 WIB, Kamis (30/8).
Kapal merek Preti Peg yang terdiri dari 39 orang laki-laki, empat orang wanita, dan satu orang anak kecil yang baru berumur tiga tahun itu, mulai berangkat dari salah satu kawasan di Srilanka sejak 27 hari lalu.
(408)

Leave a Reply

 
Advertise Here
Advertise Here

Pojok

  • + Walinagari wajib mengerti tata pemerintahan
    - Kok indak mangarati, rancak jadi walimurid se…

    + Bekerjalah sesuai tugas dan fungsi
    - Lai jaleh dek pak wali tu ha, karajo awak se lah nan dikakok…