Lagi, Lakalantas Terjadi di Jembatan Mangguang

Ilustrasi  (net)
Ilustrasi (net)

PARIAMAN – Empat hari berselang setelah kejadian mobil minibus terjun masuk sungai karena penyempitan jalan di  Jembatan Mangguang, Kecamatan Pariaman Utara, Selasa pagi (1/8) sekira pukul 04.45 WIB kecelakaan tunggal kembali terjadi di lokasi tersebut.

Kecalakaan lalulintas (Lakalantas) melibatkan mobil pikap L300 BA 8060 AJ yang dikemudikan oleh Joni  (34) warga Sungai Garinggiang, Padang Pariaman bersama temannya Agus Salim. Saat kejadian korban dan rekannya dari arah Pariaman menuju Sungai Garinggiang.

Akibat kejadian tersebut, Joni dan Agus Salim mengalami cukup serius dan harus mendapatkan perawatan  intensif di RSUD Pariaman. Sedangkan, mobil pikap yang tersangkut di ujung jembatan dan nyaris terjun  ke sungai, baru bisa dievakuasi Selasa jelang siang menggunakan derek.

Kapala Satuan Lalulintas (Kasat Lantas) Polres Pariaman Iptu. Fitri Dewi melalui Kepala Unit (Kanit)  Lakalantas Bripka Afrizal Zahar mengatakan, pengakuan kedua korban, saat kejadian mobil melaju dalam kecepatan sedang dari arah Pariaman menuju Sungai Garinggiang.

“Diduga sopir saat melintas di jembatan Mangguang dalam kondisi mengantuk dan kurang konsentrasi  mengemudi. Apalagi di lokasi kecelakaan jalan yang awalnya dua jalur, tiba-tiba menyempit saat masuk  jembatan. Karena sopir lengah, mobil akhirnya menabrak beton pembatas jembatan,” kata Afrizal Zahar.

Warga sekitar TKP meminta pemerintah segera membangun jembatan baru. Sebab, jembatan Mangguang yang  ada sekarang kondisinya sempit dan  telah banyak menyebabkan kecelakaan. Kondisi jembatan tak sesuai dengan kondisi jalan yang sudah jalur dua.

“Empat hari lalu mobil minibus terjun ke sungai di jembatan Mangguang ini, kini mobil pikap yang  menabrak pembatas jembatan. Untung tak terjun ke sungai. Sampai kapan kecelakaan seperti ini kita  biarkan terjadi. Mana perhatian pemerintah,” tanya salah seorang warga yang enggan namanya ditulis.

Pengendara diimbau agar waspada dan mengurangi kecepatan saat melintas di jembatan Mangguang, apalagi  saat berkendaraan malam hari. Kondisi jalan dan jembatan sempit dan minim rambu-rambu peringatan.  Apalagi jembatan posisinya persis di jalan jalur dua dan sering membuat pengendara terjebak memacu  kendaraan. (tomi)