Leonardy Keynote Speaker Dialog Kerukunan Beragama

Senator Sumbar Leonardy Harmainy saat menghadiri dialog kerukunan beragama di Pesantren Bustanul Yaqin, Punggung Kasik, Lubuk Alung, Padang Pariaman, baru-baru ini. (zul)

PADANG –  Guna menjadikan pondok pesantren sebagai garda terdepan dalam menangkal paham radikal yang mengancam keutuhan negeri, anggota DPD RI, H. Leonardy Harmainy Dt. Bandaro Basa mendukung penuh pelaksanaan kerukunan umat beragama.

Apalagi kegiatan yang digagas Majelis Dakwah Islamiyah (MDI) Padang Pariaman dilakukan sebagai rangkaian kegiatan peringatan maulid Nabi Muhammad SAW.

“Ini momen kita kembali meneladani nabi sebagai wujud kecintaan kita kepada sosok manusia mulia itu. Alquran pun menjamin, nabi sebagai contoh teladan yang baik,” ujar Leonardy Harmainy di hadapan pejabat dan masyarakat Padang Pariaman yang hadir dalam dialog kerukunan umat beragama di Pondok Pesantren Bustanul Yaqin, Punggung Kasik, Lubuk Alung, Kabupaten Padang Pariaman, baru-baru ini.

Wakil Bupati Padang Pariaman, Suhatri Bur, mengapresiasi kegiatan yang dilaksanakan salah satu Pondok Pesantren Salafiyah di Punggung Kasik, Lubuk Alung tersebut. Dia mengungkapkan, Pemkab akan mendukung setiap bentuk kegiatan yang berpotensi u tuk memeprkuat kerukunan umat beragama di sana.

Memang, non muslim tidak begitu banyak di daerah itu, hanya 50 kepala keluarga. Namun semua tetap diupayakan untuk memelihara situasi kondusif di Padang Pariaman dan semua pihak diminta terlibat aktif dalam mendukung kerukunan umat beragama ini. Hadirkan pihak terkait untuk mendapatkan informasi yang benar soal kerukunan ini.

Ketua Panitia Pelaksana, Dr (C) Rahmat Tuanku Sulaiman mengungkapkan kerukunan umat beragama menjadi bahasan penting bagi mereka agar para santri di Pondok Pesantren Bustanul Yaqin dan masyarakat sekitar mendapat penjelasan tentang perlunya sabar, menahan diri dan menyadari bahwa kita beragam.

Pria yang juga Ketua GP Anshor Sumbar juga memberi penegasan, H. Leonardy Harmainy Dt. Bandaro Basa dan para narasumber dihadirkan guna mendudukkan pengertian  kerukunan dan memberi penjelasan lebih luas tentang kerukunan umat beragama. Selain itu, narasumber yang terdiri dari tokoh lokal hingga nasional tentu memberikan kebanggaan tersendiri bagi para santri. Mereka termotivasi untuk berfikir global.

Para santri juga mendapat informasi luas tentang kerukunan umat beragama dan upaya yang dilakukan pemerintah kabupaten dan berbagai lembaga terkait dari  Yusmanda (Kesbangpol), Syafrizal Tuanku Sidi Sati (kantor kemenag) dan Taslim Mukhtar (Forum Kerukunan Umat Beragama. Banyak hal aplikatif yang bisa dilakukan para santri. (zul)